Wednesday , November 22 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Bisa Kontrol Sulit Turunkan Harga

Bisa Kontrol Sulit Turunkan Harga

 

img290620141296511Sejumlah kebutuhan dapur bagi ibu rumah tangga (IRT) secara perlahan merangkak naik. Tingginya permintaan di pasar menjadi penyebab melambungnya sejumlah barang. Meski konsumen sedikit berteriak, Pemkot Balikpapan menyebut kenaikan tidak terlalu signifikan. Harganya masih terlihat stabil dan tidak terlalu melambung tinggi.

Hal ini diketahui dari inspeksi mendadak yang dilakukan Wali Kota Rizal Effendi didampingi Wawali Heru Bambang dan sejumlah SKPD teknis ke sejumlah pasar. Dari sidak di Pasar Klandasan dan Pandansari, hasilnya cukup memuaskan. Tidak ada yang terlalu dirisaukan, karena harga terpantau stabil. Walaupun ada yang mengalami kenaikan, masih terlihat wajar.

“Sidak ini ‘kan hanya untuk memastikan, tidak ada spekulasi yang dilakukan pedagang memanfaatkan momen ramadan. Kita juga sekaligus mengontrol harga agar naiknya tetap terjangkau,” kata Rizal Effendi usai sidak di Pasar Klandasan.

Untuk mengawasi para pedagang yang ingin melakukan spekulasi harga, Pemkot akan menurukan tim pemantau. Bukan hanya itu, untuk memastikan kecukupan barang, Pemkot juga sudah memanggil distributor.

Tujuannya agar kecukupan barang jelas dipaparkan dan tidak ada alasan bagi pedagang atau konsumen takut barang yang dibutuhkan minim di pasaran. “Semua potensi yang bisa menyebabkan harga naik, kita fasilitasi termasuk kepastiabn kecukupan pasokan dari distributor,” ungkap Rizal.

“Namun, untuk menurunkan harga pemkot tidak bisa. Kita hanya melakukan kontrol dan kendali harga. Jangan sampai kenaikannya di ambang batas wajar. Lalu memastikan stok cukup dan distribusi tidak terganggu. Itu saja,” sambungnya.

Sementara Kabag Ekonomi Arzaedi Rahman menjelaskan, sidak akan rutin dilakukan. Namun, untuk lokasi dilakukan secara acak. Jika saat terpantau stabil, akan kita pantau lagi jika mengalami kenaikan atau ada keluhan dan masyarakat. “Untuk tim pemantau juga sudah dibentuk. Ini antisipasi Pemkot soal keluhan atas kenaikan harga,” singkat Arzaedi.

Di pasar-pasar memang harga tergolong stabil, tapi beberapa hari ke depan dipastikan naik. Misalnya daging sapi potong Rp120 ribu per kg, sebelumnya harganya juga kisaran yang sama.

Lazimnya tren kenaikan harga terjadi menjelang lebaran. Namun  hari ini, Sabtu (28/6) kemarin sebagai puncak belanja masyarakat menyusul datangnya Ramadan yang jatuh pada Minggu hari ini, harga sudah terkerek naik.

Menurut Rijana, harga yang dipatoknya lebih murah dibanding harga yang berlaku Rabu lalu. “Justru turun. Per kilogram cuma Rp21 ribu jadi per ekor ukuran besar Rp45 ribu yang kecil Rp38 ribu,” jawab pedagang di Pasar Klandasan ini.

Hal senada juga dikemukakan Hj Halimah, pedagang ayam potong di Pasar Pandansari. “Kalau besarnya Rp45 ribu ekor, 2 kilogram beratnya. Ada juga Rp25 ribu, tapi kecil, 1 kilogramnya aja, mungkin enggak sampai,” jawabnya.

Sementara harga ikan terpantau masih tinggi. Harga diprediksi tetap tinggi sepanjang Ramadan nanti.  “Karena bersamaan dengan angin selatan,” jelas Tani, pedagang Pasar Klandasan lain. ‘[] RedFj/BP

686 total views, 1 views today

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa