Friday , July 28 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Diduga akibat korsleting listrik, Puluhan Rumah Hangus terbakar

Diduga akibat korsleting listrik, Puluhan Rumah Hangus terbakar

 
Puluhan warga di RT 51 RW 16 Karang Rejo Balikpapan tengah secara estafet membawa ember-ember berisi air menyiram asap pada puing puing bekas kebakaran. Kebakaran di daerah ini terjadi pada Sabtu (1/8/2015) pukul 03.30 Wita.

Puluhan warga di RT 51 RW 16 Karang Rejo Balikpapan tengah secara estafet membawa ember-ember berisi air menyiram asap pada puing puing bekas kebakaran. Kebakaran di daerah ini terjadi pada Sabtu (1/8/2015) pukul 03.30 Wita.

BALIKPAPN – Sebanyak 100 jiwa dari 60 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 3 RT yakni 50,51,53 Gang Rohani, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur harus rela tinggal sementara di tenda pengungsian. Sabtu (1/8/2015) sekitar pukul 03.30 Wita, tempat tinggal mereka dilalap si jago merah.

Ketua RT 51 Wahyu Sukono mengatakan, dari‎ 60 KK korban kebakaran paling banyak menimpa di RT 53 yakni 47 KK selanjutnya RT 50 (12 KK), dan di RT 51 (1 KK) “Ini menimpa tiga RT dan paling banyak kena warga RT 53, kalau warga saya hanya satu,” katanya.

Untuk rumah ada 11 unit yang kondisinya telah habis ludes terbakar, satu rumah hanya separuh bagian, dan 9 rumah hanya kena dampaknya saja. Terbakar tapi baru dindingnya yang menghitam dan belum hangus

Sebagian besar rumah yang terbakar di Karang Rejo, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur berbahan kayu. Hanya satu bangunan yang terbuat dari beton.

Saat itu semua orang sedang tidur, tidak ada yang tahu darimana asal api. Mereka hanya berpikir untuk menyelamatkan anggota keluarga. “Saya kebingungan, bertanya kepada orang-orang dimana anak saya,” ujar Rosnia, satu diantara warga yang berada di lokasi kebakaran.

Tidak banyak yang bisa dilakukan warga RT 50 Karang Rejo Balikpapan Tengah. Mereka terpaksa merusak saluran air PDAM. Air yang terus mengalir dari pipa ditampung dalam sebuah ember. Mereka secara estafet menyiram puing-puing yang masih mengeluarkan asap. [] Irwanto Sianturi

862 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : Media Maju Bersama Bangsa