Monday , November 20 2017
Breaking News
Home / Hukum / Pembunuh Berantai di hukum 461 tahun

Pembunuh Berantai di hukum 461 tahun

 

kisah nyata

Di Hukum pejara 461 tahun

Robert Christian Hansen (lahir 15 Februari 1939) adalah pembunuh berantai Amerika Serikat. Antara tahun 1971 dan 1983, Hansen membunuh sekitar 17 sampai 21 wanita di dekat Anchorage, Alaska. Ia ditahan tahun 1983 dan saat ini sedang menjalani masa kurungan penjara selama 461 tahun di

Hansen lahir di Estherville, Iowa, dari pasangan Christian dan Edna Hansen. Sepanjang masa kecil dan remajanya, Hansen merupakan sosok yang pendiam dan penyendiri, dan memiliki hubungan disfungsional dengan ayahnya yang selalu mendominasi keluarga. Ia sering ditindas oleh teman-temannya di sekolah karena jerawat dan kegagapan bicaranya. Ia mulai berburu dan sejak itu sering melakukannya.[1]:5 Pada tahun 1957, Hansen mendaftar di United States Army Reserve dan berdinas selama satu tahun sebelum diberhentikan. Ia kemudian bekerja sebagai asisten instruktur latihan di akademi polisi Pocahontas, Iowa. Di sana, Hansen mulai membina hubungan dengan seorang perempuan. Ia menikahinya pada musim panas 1960.

Pada tanggal 7 Desember 1960, ia ditahan karena membakar habis garasi bus sekolah milik Dewan Pendidikan Pocahontas County. Ia ditahan selama 20 bulan dari total masa hukuman 3 tahun di Anamosa State Penitentiary. Istrinya menuntut perceraian saat Hansen dipenjara. Selama sekian tahun berikutnya, ia beberapa kali ditahan karena pencurian kecil. Tahun 1967, ia pindah ke Anchorage, Alaska, bersama istri keduanya yang dinikahi tahun 1963 dan dikaruniai dua anak. Di Anchorage, ia menjadi sosok terpandang di kalangan tetangganya dan dikenal sebagai jawara berburu setempat. Ia bahkan sempat mencetak beberapa rekor yang tercatat di buku rekor berburu dunia Pope & Young.

Tahun 1977, ia dipenjara karena mencuri gergaji mesin, didiagnosis menderita gangguan bipolar, dan diberi resep obat litium untuk mengendalikan peralihan suasana hatinya. Sayangnya, ia tidak pernah diperintahkan secara resmi untuk mengonsumsi obat tersebut.

Penemuan

Pada tanggal 13 Juni 1983, Cindy Paulson (17) kabur dari Robert Hansen (44) ketika Hansen hendak memasukkan Paulson ke pesawat Piper Super Cub miliknya. Ia memberitahu polisi bahwa ia ditawarkan $200 untuk melakukan seks oral, namun setelah masuk mobil Hansen menodongkan senjata ke arahnya dan membawanya ke rumah Hansen di Muldoon. Di sana, Paulson dikurung, disiksa, diperkosa, dan menyerangnya secara seksual. Ia memberitahu bahwa setelah Hansen merantai lehernya yang terikat dengan tiang di ruang bawah tanah, Hansen tidur sejenak di sofa. Setelah bangun, ia membawa Paulson ke bandara Merrill Field dan mengaku hendak membawanya jalan-jalan ke kabinnya (pondok berburu di sekitaran Sungai Knik di Lembah Matanuska yang dapat diakses kapal atau pesawat kecil). Paulson, yang menunduk di kursi belakang mobil dan terborgol, menunggu sampai Hansen sibuk mengurus kokpit pesawat agar bisa kabur. Ketika Hansen membelakanginya, Paulson merangkak keluar kursi belakang, membuka pintu samping, dan berlari ke 6th Avenue. Ia kemudian memberitahu polisi bahwa ia meninggalkan sepatu biru di alas kursi belakang sebelah kanan sebagai bukti bahwa ia pernah berada di sana. Hansen panik dan mengejarnya, tetapi Paulson berhasil tiba di 6th Avenue dan menumpang truk yang lewat. Sopir truk yang dikejutkan oleh penampilan Paulson yang tidak karuan akhirnya berhenti dan mengangkutnya. Sesuai permintaan Paulson, ia mengantarnya ke Mush Inn, kemudian Paulson melompat dari truk dan berlari ke dalam. Ketika Paulson meminta resepsionis menelepon kekasihnya di Big Timber Motel, sopir truk tadi melanjutkan tugasnya dan melaporkan keberadaan seorang wanita bertelanjang kaki dan terborgol kepada polisi. Setelah sejumlah polisi dari Anchorage Police Department tiba di Mush Inn, mereka diberitahu bahwa perempuan tadi menumpang taksi ke Big Timber Motel. Polisi pun mendatangi kamar 110 di Big Timber Motel dan menemukan Ciny Paulson dalam keadaan terborgol dan sendiri. Ia dibawa ke markas APD dan mendeskripsikan pelakunya. Hansen, saat diinterogasi polisi, membantah tuduhan tersebut sambil menyatakan bahwa Paulson mencoba cari masalah karena ia tidak mau memenuhi permintaan uang Paulson. Meski Hansen sempat berulang kali berurusan dengan hukum, kelakuan baik dan pekerjaannya sebagai tukang roti disertai alibi kuat dari temannya John Henning membuatnya tidak dijadikan tersangka serius. Kasus ini pun ditutup.

Detektif Glenn Flothe dari Alaska State Troopers adalah bagian dari tim yang menyelidiki penemuan beberapa jasad di dalam dan sekitar Anchorage, Seward, dan Lembah Matanuska-Susitna. Jasad pertama ditemukan tahun 1981 oleh pekerja konstruksi dekat Eklutna Road. Jasad yang dijuluki “Eklutna Annie” oleh para penyidik ini tidak pernah teridentifikasi. Pada tahun yang sama, jenazah Joanna Messina ditemukan di tambang kerikil dekat Seward. Pada tahun 1982, sisa-sisa jasad Sherry Morrow (23) ditemukan di kuburna dangkal dekat Sungai Knik. Flothe sekarang memiliki tiga jasad dan terduga satu pembunuh. Ia menghubungi agen Federal Bureau of Investigation Roy Hazelwood dan meminta bantuan pemrofilan psikologis kriminal berdasarkan tiga jasad tersebut. Hazelwood menduga pembunuhnya adalah pemburu yang mahir dengan rasa percaya diri rendah, pernah ditolak perempuan, dan berniat menyimpan “suvenir” dari hasil membunuhnya, seperti perhiasan korban. Ia juga menduga pembunuhnya gagap. Dengan profil ini, Flothe menyelidiki beberapa tersangka potensial sampai ia menemukan Hansen cocok dengan profil tersebut dan memiliki pesawat.

Dibantu kesaksian Paulson dan profil Hazelwood, Flothe dan APD menerbitkan surat perintah untuk menggeledah pesawat, mobil, dan rumah Hansen. Pada tanggal 27 Oktober 1983, penyidik menemukan perhiasan yang dimiliki orang-orang hilang ini dan sejumlah senjata api[1] di ruang tersembunyi di loteng rumah Hansen. Penemuan terbesar mereka adalah peta penerbangan dengan tanda-tanda x kecil yang tersembunyi di balik pagar tempat tidurnya.

Saat ditunjukkan bukti-bukti yang ditemukan di rumahnya, Hansen membantahnya sebisa mungkin, lalu mulai menyalahkan para korban dan berusaha membenarkan motifnya. Akhirnya ia mengakui setiap bukti yang ditunjukkan kepadanya dan mengakui pernah melakukan serangkaian serangan terhadap beberapa wanita Alaska sejak 1971. Korban terawal Hansen adalah gadis remaja berkisar antara 16 sampai 19 tahun, bukan PSK dan penari tiang yang berujung pada temuan ini.

Korban yang diketahui

Robert C. Hansen memerkosa dan menyerang lebih dari 30 wanita Alaska. Ia bertanggung jawab atas pembunuhan sedikitnya 17 wanita yang usianya berkisar antara 16 sampai 41 tahun. Mereka adalah:

Lisa Futrell, 41 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Malai Larsen, 28 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Unknown Jane Doe (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Sue Luna, 23 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Tami Pederson, 20 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Angela Feddern, 24 (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Teresa Watson (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
DeLynn “Sugar” Frey (dibenarkan, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Paula Goulding (dibenarkan, jasad ditemukan)
Andrea “Fish” Altiery (diakui, jasad ditemukan dengan bantuan Hansen)
Sherry Morrow, 23 (diakui, jasad ditemukan)
“Eklutna Annie” (diakui, jasad ditemukan)
Joanna Messina (diakui, jasad ditemukan)
Roxanne Easland, 24 (dibenarkan, jasad tidak ditemukan)
Ceilia “Beth” Van Zanten, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad ditemukan)
Megan Emerick, 17 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
Mary Thill, 23 (dibantah, namun tetap dituduh karena tanda X di peta penerbangan, jasad tidak ditemukan)
Dari 17 wanita tersebut, Hansen secara resmi dituduh membunuh 4 orang saja, yaitu Sherry Morrow, Joanna Messina, Eklutna Annie, dan Andrea Altiery, sekaligus penculikan dan pemerkosaan terhadap Cindy Paulson.

1,039 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com