Tuesday , September 19 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Jumlah ‘Desa Gelap Gulita’ Tahun Depan Bakal Berkurang

Jumlah ‘Desa Gelap Gulita’ Tahun Depan Bakal Berkurang

 
PLTS SHS

PLTS Solar Home System yang dipasang di salah seorang rumah warga, di mana listrik dari PLN belum masuk.

KUTAI KARTANEGARA – Permukiman warga di 18 Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) yang sejauh ini masih belum mendapatkan penerangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), tahun depan jumlah itu bakal berkurang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus berupaya membuat terobosan agar kedelapanbelas desa tersebut dapat teraliri listrik, minimal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kukar, Slamet Hadiraharjo, tahun 2016 ada sebanyak lima desa di Kukar yang bakal dimasuki program PLTS dari Distamben Kukar.

Kelima desa tersebut bakal dipasang PLTS komunal seperti yang telah terpasang di Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis. Pembangunan PLTS ini diawali dengan pembuatan kajian-kanjian yang akan dimulai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun anggaran 2015 ini.

“Di anggaran perubahan ini saya harap ada lima desa yang mengaju-kan permohonan pembuatan kajian, jika kajian-kajian ini selesai akan di-usulkan ke Pemda untuk dianggarkan pada APBD,” ucap Slamet Hadiraharjo.

Ia berharap tahun 2016, kajian atas lima desa tersebut bisa terealisasi dan segera diajukan untuk pengadaan perala-tan. Selain itu, tahun depan 13 desa dari total 18 desa yang belum teraliri listrik akan diusulkan untuk pembuatan kajian.

“Saya berharap untuk lima desa tersebut bisa dianggarkan sepenuhnya, tetapi jika tidak kita akan dahulukan skala prioritas. Untuk 13 Desa sisanya diajukan pem-buatan kajian tahun depan juga,” kata Slamet. [] KK

810 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa