Saturday , December 16 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Tengah / Lagi Warga Suparto Portal Jalan, Pemkab Abaikan Keluhan Warga

Lagi Warga Suparto Portal Jalan, Pemkab Abaikan Keluhan Warga

 

Lagi warga suparto portal jalan pemkab abaikan keluhan warga
KOTAWARINGIN TIMUR – Warga Jalan Suprato Selatan, Kelurahan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, kembali memortal gapura agar kontainer tak bisa lewat. Aksi itu dilakukan karena keluhan mereka beberapa waktu lalu diabaikan Pemkab Kotim.

”Kami keberatan jalan kami dilewati truk bertonase besar. Ini sudah kesepakatan bersama,” ucap Supian, Ketua RT 3 Jalan Suprapto Selatan, Minggu (26/4).

Menurut warga, beberapa perusahaan distributor yang menggunakan jalan itu sebagai akses utama tak ada kontribusinya. Angkutan perusahaan justru membuat jalan dan rumah warga rusak.

”Jalan kami rusak dan rumah kami retak karena getarannya. Bahkan, tak jarang siring jalan ambrol tidak kuat menahan beban truk kontainer,” tambah Kurnadi, tokoh masyarakat sekitar.

Ditambahkan warga, mereka kecewa dengan pihak kelurahan setempat. Pasalnya, sekitar sebulan lalu aksi yang sama sempat dilakukan. Namun, pihak kelurahan secara sepihak malah membongkar portal dan meninggikan gapura agar kontainer bisa melintas.

Menurut warga, aksi pemortalan atau pemasangan besi penghalang sudah melalui musyawarah. Sebelumnya, keluhan mereka telah disampaikan ke DPRD Kotim dan pemkab, tetapi tidak ada respons. Akhirnya, warga berinisiatif memasang portal kembali.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kotim hingga berita ini ditulis, belum ada ketegasannya. Kepala Dishubkominfo Kotim Fadlian Noor belum merespons saat dihubungi.

Sekadar diketahui, permasalahan Jalan Suprapto Selatan ini telah bergulir sejak 23 Maret lalu. Permasalahan ini juga rawan memicu konflik warga dan pihak perusahaan. Apalagi aksi pemortalan warga ini tidak diketahui pihak kepolisian.

”Belum ada,” kata Kapolsek Ketapang Kompol Bambang Purwanto, saat ditanya apakah ada pemberitahuan warga terkait aksi itu. Saat ini, warga hanya menyisakan tinggi gapura setinggi 3,70 meter. Awalnya, tingginya hanya 3,5 meter, kemudian dibongkar pihak kelurahan dan ditinggikan menjadi 4 meter.

”Ini kami beri toleransi untuk kendaraan seperti pemadam kebakaran agar bisa lewat,” tandas Kurnadi. [] RS

1,842 total views, 0 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa