Saturday , April 29 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Lestarikan Budaya, Pemkab Kubar Kurban 2 Ekor Kerbau

Lestarikan Budaya, Pemkab Kubar Kurban 2 Ekor Kerbau

 
sempekat-harus-dijunjung-tinggi

PELESTARIAN: Bupati Ismail Thomas (kedua kanan) didampingi putra dan istrinya Lucia Mayo Thomas (kedua kiri) mengikuti prosesi upacara adat.

SENDAWAR–Bupati Kubar Ismail Thomas mengikuti puncak upacara adat Nalitn Taotn yang ditandai pemotongan kurban kerbau di Taman Budaya Sentawar (TBS), Jumat (6/11). Hewan yang dijadikan kurban dimaksud adalah dua ekor kerbau. Upacara adat ini bagian dari perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-16 Kabupaten Kubar.

Ismail Thomas berharap, ke depan acara adat dan budaya seperti ini masih tetap dilestarikan. “Pemerintah harus segera membentuk tim untuk mengkaji dan memproses peraturan daerah tentang upacara adat Nalitn Taotn. Hal ini sangat penting, sebab Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten di Kaltim yang masih melestarikan adat budaya seperti ini,“ katanya.

Bupati atas nama Pemkab Kubar, keluarga, dan pribadi menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan berperan aktif mempersiapkan dan melaksanakan seluruh rangkaian perayaan ulang tahun Kubar. Hingga semua kegiatan berjalan sukses dan lancar.

Bupati juga sangat menghargai sambutan  masyarakat yang datang ke tempat acara. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Kubar menjunjung tinggi dan menghargai sempekat. “Karena sempekat merupakan nilai tertinggi dari masyarakat Dayak dan juga masyarakat Kubar pada umumnya,“ ujarnya.

Sedangkan tujuan upacara Nalitn Taotn sebagai ungkapan nyata bahwa masyarakat selalu memiliki harapan akan kehidupan yang baik, kehidupan yang sejahtera. Dengan bekerja keras dan juga doa dari Tuhan Yang Maha Esa.  Harapan akan kehidupan yang baik, kehidupan yang sejahtera minimal tercukupi pangan, sehat fisik dan mental, keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta maupun dengan sesama manusia.

Ada tiga hal penting yang perlu terus dijaga.

Pertama, cita-cita mewujudkan masyarakat Kutai Barat yang semakin cerdas, sehat, produktif, dan sejahtera berbasiskan ekonomi kerakyatan. Kedua, sikap religi yang dimiliki masyarakat adat menginspirasikan tentang keharmonisan hidup, baik secara horizontal maupun secara vertikal merupakan tuntutan dasar bagi semua sebagai makhluk sosial.

Ketiga, adat budaya masyarakat harus dipertahankan sebagai salah satu modal dasar pembangunan. Adat budaya salah satu bidang yang harus diperhatikan dalam proses pembangunan.

Ketua Umum Panitia Nalitn Taotn, Wilhemus menjelaskan, upacara adat tersebut dilaksanakan oleh enam etnis yang dipusatkan di TBS. Dimulai 27 Oktober di Luuq Tonyoi. Upacara tersebut berlanjut di rumah adat lainnya selama enam hari dan berakhir pada 1 November di Luuq Melayu.

Hadir pada puncak upacara adat itu Wabup Didik Effendi, Ketua DPRD Jackson Jhon Tawi, Sekretaris Kabupaten Aminuddin, dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Kubar. [] KP

 

439 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : Majubersamabangsa.com