Thursday , October 19 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Maret 2015 jumlah penduduk Balikpapan 713.323 Jiwa

Maret 2015 jumlah penduduk Balikpapan 713.323 Jiwa

 
Chairil Anwar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan

Chairil Anwar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan

BALIKPAPAN – Pertumbuhan penduduk kota Balikpapan per tahun  mencapai 5,11 persen dengan pertumbuhan migrasi sebanyak 3,11 persen. “Memang cukup signifikan pertumbuhannya. Migrasi itu pendatang, lahir, pindah mati,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Balikpapan Chairil Anwar.

Menurut Chairil, pertumbuhan penduduk ini cukup signifikan dan ini tumbuh setiap tahunnya. Adapun kelahiran penduduk sekitar1,9 persen.

Penduduk yang tinggal di Balikpapan tapi masih ber KTP luar jumlah hampir 10 ribu. “ Kalau diliat ya cukup lama juga dia tinggal. Misalnya orang PPU KTP  disana tapi tinggal  disini dia punya rumah juga disini. Nanti dalam perda kependudukan yang direvisi bagi mereka yang ber KTP luar wajib punya kartu domisili. Itu mau berapa lama? Mungkin maksimal 1 tahun. Nanti mereka dibekali itu tapi itu tunggu disahkan perdanya. Tidak ada retribusi,” katanya.

Terkait jumlah penduduk, Chairil mengatakan per 31 Maret 2015 jumlah penduduk Balikpapan sebanyak 713.323 jiwa. Dengan jumlah penduduk laki-laki 371.430 jiwa, perempuan 341. 893 jiwa dengan jumlah KK 239. 500 jiwa.

“Data itu juga sudah diserahkan kepada Kemendagri pada Mei lalu. Sehingga nanti data KPU ambil dari Mendagri setelah data itu dibersihkan. Kalau ngak dibersihkan ngak bisa dipakai. Misalnya sayakirim data base 700 ribu nantinya kembali bisa kurang  karena saat masih gunakan ktp manual masih ada semacam yang ganda. Itu masih dimungkinkan ada ganda kecuali sudah semua e-ktp,” pungkasnya. [] Irwanto Sianturi

 

3,034 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa