Saturday , October 21 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Remaja Geng di Beri Kesempatan Menjadi Baik

Remaja Geng di Beri Kesempatan Menjadi Baik

 

Enam remaja anggota geng yang diringkus polisi karena hendak tawuran dengan membawa berbagai senjata mematikan, masih diberi kesempatan untuk menjadi orang baik. Mereka dilepas dari Polsek Balikpapan Utara setelah diberi wejangan oleh polisi.

Sebelum dilepas, polisi memberikan peringatan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya yang menjurus tindakan kriminal. Dari pemeriksaan enam remaja, diketahui pertikaian berawal dari perselisihan antara remaja bernama Jaska dari geng Santana (Santai tapi Nakal) dengan Isaq dari geng LAM (Lawan atau Mati), saat menonton kesenian kuda lumping di kawasan Kampung Timur beberapa waktu yang lalu.

Berawal dari adu mulut, akhirnya mereka terlibat perkelahian. Namun itu tidak berlangsung lama. Warga sekitar langsung melerai keduanya dan menyuruh mereka pulang ke rumah masing-masing.

Ternyata Isaq tidak puas dengan perkelahian tersebut, sehingga menantang kembali untuk berkelahi. Entah bagaimana ceritanya, sehingga keributan ini membawa masing-masing kelompok dan merencanakan untuk saling menyerang.

“Padahal, saya sama dia itu berteman dekat dulu. Saya juga nggak tahu, bagaimana sampai kami bermusuhan. Mungkin karena kami berbeda kelompok. Yang jelas, seingat saya perselisihan ini baru-baru ini terjadi,” ungkap Isaq kepada wartawan, kemarin.

Tidak hanya membuat masyarakat resah, kenakalan para remaja itu membuat Kapolsek Balikpapan Utara AKP H Sarbini berang. Meski berang, Kapolsek masih memberikan kesempatan bagi para remaja tersebut. “Kami tidak menjerat dengan hukuman pidana remaja tersebut, melainkan hanya sebatas memberikan tindakan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Saya berharap ini yang terakhirnya mereka berbuat hal serupa. Saya tidak segan-segan untuk memenjarakan mereka jika hal serupa akan terulang kembali. Terlebih lagi, beberapa diantara mereka sudah berkali-kali masuk ke Mapolsek Utara terkait kasus serupa,” tandas Kapolsek.

Kedua anggota geng remaja tersebut juga diberi sanksi efek jera berupa menginap di Mapolsek Balikpapan Utara selama satu malam. “Saya berharap agar para remaja tersebut lebih memilih untuk melakukan kegiatan yang mendorong mereka untuk mengasah keterampilan serta bakat mereka di dalam hal positif. Selain terhindar dari dampak negatif, menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkas Sarbini.

Untuk diketahui lagi, sebagian remaja di Balikpapan sudah memperlihatkan bibit-bibit pelaku kriminal. Bagaimana tidak, para remaja membentuk geng menenteng senjata mematikan seperti pentungan, gir motor diberi tali dan ketapel dengan anak panah dari paku tajam.

Bayangkan apabila gir motor itu menghantam mengenai kepala. Anak panah paku menembus kepala atau dada. Dalam sebuah perkelahian di Kampung Baru beberapa tahun lalu, seorang pemuda tewas tertembus anak panah dari paku yang melesat dari ketapel.

Kelompok geng remaja tersebut diringkus polisi Patroli Rayon Batu Ampar dengan barang bukti senjata mematikan, di kawasan Jl Gurinda V, tak jauh dari belakang sekolah SMK Nusantara, Gunung Guntur, Jumat (30/5).

Sebelum penangkapan, polisi menerima informasi bahwa ada dua geng remaja yang akan bentrok. Yakni geng Santana (Santai tapi Nakal) melawan geng LAM (Lawan atau Mati).

Tak main-main, salah satu kubu geng remaja menyiapkan senjata yang mematikan, yaitu gir motor yang diikat dengan sabuk, ketapel dengan anak panah paku dan pentungan dari bambu.

Sebelum pertikaian antara dua kubu geng remaja pecah, warga merasa resah, lalu melaporkannya kepada aparat kepolisian Rayon Batu Ampar. Polisi pun bergegas ke lokasi yang berada di kawasan Jl Gurinda V, tak jauh dari belakang sekolah SMK Nusantara.

Anggota Patroli Rayon yang datang ke lokasi, tidak langsung melakukan penangkapan. Mereka melakukan pemantauan terlebih dahulu, dan ternyata benar. Mereka melihat beberapa remaja membawa senjata dan bersiap untuk menyerang musuh mereka.

Tanpa menunggu waktu lama, Rayon Batu Ampar berjumlah 4 orang meringkus para remaja putus sekolah itu. Namun sayang, kedatangan anggota berseragam dan bersenjata laras panjang, diketahui kelompok geng remaja Santana. [] RedFj/BP

1,482 total views, 3 views today

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa