Senin , Oktober 22 2018
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Sampah Balikpapan Dilirik Investor

Sampah Balikpapan Dilirik Investor

 

Petugas menaikkan sampah ke dalam bak truk di Tempat Pembuangan Sementara Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (3/2).BALIKPAPAN – Tahun mendatang sampah bukan lagi jadi masalah bagi Balikpapan. Pasalnya, ada investor dari berbagai negara menawarkan investasi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar penghasil energi. Pemodal itu berasal dari Malaysia, Italia, Jerman, dan investor lokal yang bekerja sama dengan kapital luar negeri. Terbaru, pekan lalu investor Amerika Serikat mengajukan proposal investasi di bidang yang sama.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Suryanto mengatakan, konsep yang ditawarkan macam-macam. Tapi intinya mengubah sampah menjadi energi. Yang dari Amerika baik sampah organik maupun anorganik bisa dimanfaatkan, kecuali besi, batu, dan kaca.

“Banyak pihak yang berminat, pemkot akan melakukan lelang pengelolaan sampah di Balikpapan. Maka akan diperoleh metode yang paling memungkinkan dan menguntungkan,” katanya, Minggu  (22/6).

Dalam waktu dekat, lanjut dia, pembahasan mengenai dokumen lelang akan dilakukan. Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan produksi sampah tak bisa dihindarkan. Kota ini menghasilkan ratusan ribu ton sampah per tahun. Dengan demikian, perlu solusi supaya sampah tak terbuang sia-sia. Apalagi kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Kelurahan Manggar juga terbatas.

LUNCURKAN LEDS

Pengelolaan sampah erat kaitannya dengan lingkungan hidup. Dalam waktu dekat, pemkot juga akan meluncurkan Low Emission Development Strategy (LEDS) atau strategi pembangunan yang rendah emisi. Ini bekerja sama dengan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI).

“Jadi semua kebijakan pembangunan nantinya mengacu pada ramah lingkungan atau rendah emisi. Ini bagus, akan kami luncurkan dan ikat dalam suatu komitmen. Kebijakan itu misalnya seputar perizinan, akan digunakan perizinan online sehingga mengurangi emisi bahan bakar. Atau bisa juga mengganti lampu biasa dengan light-emitting diode (LED) yang rendah emisi dan sebagainya,” jelas Suryanto. [] RedHP/KP

1,979 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa