Rabu , November 21 2018
Breaking News
Home / Kalimantan Barat / Satarudin, SH : Tujuan Saya Jadi Walikota Hanya Ingin Mensejahterakan Masyarakat

Satarudin, SH : Tujuan Saya Jadi Walikota Hanya Ingin Mensejahterakan Masyarakat

 

Calon Walikota Pontianak Satarudin, SH bersama tim sukses dan warga yang dikunjungi pada Rabu (24/1) bertempat dibilangan Jalan Uray Bawadi, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak (Foto;Rachmat Effendi)

PONTIANAK-Bakal calon Walikota Pontianak Satarudin, SH mengunjungi warga Jalan Uray Bawadi, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan PontianakKota, pada Rabu (24/1). Silaturahmi kali ini mendapat respon positif dari masyarakat dikarenakan pertemuannya penuh dengan keakaraban dan saling bertukar pikiran seputar masa depan Pontianak jika kelak dirinya terpilih sebagai Walikota Pontianak.

Dalam statemennya dikatakan oleh Satarudin, jika terpilih jadi orang nomor satu di Pontianak tidak ada tujuan lain hanya ingin masyarakat Pontianak menjadi sejahtera.

“Tujuan saya mencalonkan jadi Walikota Pontianak tidak ada tujuan lain, hanya ingin mensejahterakan rakyat Pontianak,’’kata Satarudin, SH, Rabu (24/1) didepan para konstituen.

Dikatakannya, jika walikota saat ini konsen pada pembangunan infrastruktur, kelak nanti jika terpilih disamping pembangunan fisik juga tidak kalah pentingnya pembangunan dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Kota Pontianak.

Satarudin juga mengakui saat ini Kota Pontianak menghadapi persoalan kemacetan yang cukup tinggi. Untuk itu dirinya sudah mempunyai konsep mengurangi kemacetan dengan membangun jalan flyover.

“Nanti akan saya bangun jalan flyover antara jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura, sebab saya amati kedua ruas jalan tersebut di jam-jam tertentu sangat padat,’’ujar Satarudin yang saat ini masih menjabat Ketua DPRD Kota Pontianak ini.

Masih kata Satarudin, tidak hanya pembangunan fisik, kesejahteraan lainnya semisal insentif bagi pengurus RT dan RW nantinya akan dinaikkan menjadi Rp. 3juta pertahun, saat ini hanya Rp. 1,5juta pertahun.

“Persoalan lain yang menjadi fokus saya nantinya bagi guru mengaji, fardhu kifayah serta pengurus gereja, maupun kelenteng juga akan mendapatkan insentif yang sama,’’pungkasnya.(Rachmat Effendi)

55 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa