Sunday , October 22 2017
Breaking News
Home / Breaking News / Semua Tiket Kapal Habis Terjual, Tapi Bakal Ada Penambahan Armada

Semua Tiket Kapal Habis Terjual, Tapi Bakal Ada Penambahan Armada

 

KM Leuser

KOTAWARINGIN TIMUR – Hampir seluruh tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk keberangkatan menjelang lebaran sudah habis terjual. Untungnya, bakal ada penambahan armada.

Soal penjualan tiket, sekarang ini sudah dilakukan penutupan, terutama untuk untuk tujuan Semarang dan Surabaya karena sudah habis terjual. “Ini laporan kepala cabang PT Pelni Sampit kepada kami dan sudah kami laporkan ke Pak Sekretaris Daerah. Untuk kapal laut milik Pelni sampai tanggal 6 Juli 2015 dari Pelabuhan Sampit sudah habis terjual dan sekarang penjualan sudah ditutup,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kotim H Fadlian Noor di Sampit, Senin (6/7).

Fadlian merinci, semua keberangkatan kapal milik Pelni yang tersisa, sudah penuh. Yakni KM Lawit tanggal 9, 12 dan 15 Juli tujuan Semarang, KM Binaiya tanggal 10 Juli tujuan Surabaya, KM Leuser tanggal 14 Juli tujuan Semarang dan KM Bukit Raya tanggal 15 tujuan Surabaya.

“Untuk perkembangan tiket kapal-kapal PT Dharma Lautan Utama, kami sudah meminta laporan dari mereka dan masih kami tunggu. Untuk info terkini, kita sudah minta tambahan kapal melalui surat Bupati Kotim tanggal 1 Juni 2015. Alhamdulillah sudah disetujui,” ujar Fadlian.

Hasil pantauan pihaknya, arus mudik melalui Pelabuhan Sampit berjalan lancar. Kedatangan dan keberangkatan kapal harus menyesuaikan kondisi pasang Sungai Mentaya akibat pendangkalan di sejumlah titik.

Tahun ini, ada 20 keberangkatan kapal yang melayani pemudik dari Sampit menuju Semarang dan Surabaya terhitung mulai H-15. Rinciannya, 11 keberangkatan dilayani enam kapal milik Pelni, sedangkan 9 keberangkatan lainnya dilayani dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama.

Enam kapal yang dioperasikan Pelni, sudah termasuk tiga kapal tambahan untuk membantu arus mudik. Kapal milik Pelni berkapasitas rata-rata sekitar 1.500 penumpang, sedangkan kapal milik PT Dharma Lautan Utama berkapasitas sekitar 600 penumpang.

Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Lamson Ompusunggu sudah menegaskan, pihaknya tetap menaati peraturan pemerintah tentang pembatasan jumlah penumpang. Jumlah penumpang yang hanya sesuai kapasitas maksimal masing-masing kapal.

“Sekarang penjualan tiket kami sistem online. Begitu sudah terisi penuh, penjualan tiket langsung kami tutup. Pembelian tiket pun harus menunjukkan kartu tanda penduduk yang resmi,” tegas Lamson.

Pembatasan jumlah penumpang disambut gembira calon penumpang karena mereka tidak perlu lagi berdesakan. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran akan ada penumpang yang tidak terangkut akibat terbatasnya jumlah keberangkatan kapal.

TRANSPORTASI DARAT GRATIS

Sementara PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Sampit membantu penumpang yang ingin mudik gratis menuju kampung halaman mereka di Pulau Jawa. “Kami bekerjasama dengan PT Pelni dan Perum Damri. Jadi yang digratiskan itu adalah angkutan bus setelah mereka turun di pelabuhan hingga menuju kota tujuan mereka di Jawa,” kata General Manager PT Pelindo III Cabang Sampit Muhammad Amiroel Koesni, Senin (6/7).

Progam sosial ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat Kotim. Hasilnya, masyarakat antusias menyambut program kerjasama beberapa BUMN ini karena sangat membantu meringankan biaya masyarakat yang mudik.

Empat pelabuhan di Kalteng dan Kalsel mendapat jatah program ini yaitu Pelabuhan Kumai dan Sampit di Kalteng, serta Pelabuhan Batulicin dan Trisakti Banjarmasin. Alasannya, pemudik yang bertolak dari empat pelabuhan ini sebagian besar karyawan perusahaan yang mudik ke sejumlah kota di Jawa yang masuk dalam program mudik gratis ini.

Jatah untuk Sampit cukup banyak yaitu sekitar 400 penumpang untuk setiap keberangkatan kapal Pelni. Sedangkan bus yang disiapkan di Jawa tiap keberangkatan kapal yaitu 10 bus di Surabaya dan 16 bus di Semarang.

“Sekarang masih banyak sisanya karena mungkin banyak yang belum tahu. H-14 lalu baru mulai pembukaan pendaftaran. Pemberangkatan dimulai tanggal 9 hingga 15 Juli. Yang mau ikut, silahkan datang ke posko kami dengan menunjukkan tiket dan KTP. Peserta diasuransikan,” jelas Amiroel.

Bus gratis yang disiapkan yaitu dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Jember, Madiun, Trenggalek, Cepu dan Sumenep. Sedangkan bus gratis dari Pelabuhan Tanjung Emas disiapkan untuk tujuan Pati, Pemalang, Wonosobo, Solo dan Yogyakarta. [] ANT

1,957 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa