Tuesday , May 22 2018
Breaking News
Home / Kalimantan Utara / Udin Hianggio Membelot!

Udin Hianggio Membelot!

 

H. Udin Hianggio, Wali Kota Tarakan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Tarakan.

Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tarakan, Udin Hianggio.

Ia tidak hanya menolak keputusan partainya untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) Prabowo-Hatta.

Mantan Walikota Tarakan ini nekat memberikan dukungan sepenuhnya kepada Jokowi-JK, untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli mendatang.

“Saya mendukung secara pribadi dan melihat suara-suara dari para kader Golkar di Tarakan,” ujarnya, saat dikonfirmasi Jumat sore (23/5). Meskipun mengaku mendengar dari suara partai, Udin mengatakan siapapun kader

Partai Golongan Karya (Golkar) di Tarakan tidak dibebankan untuk mengikuti pilihannya itu.

“Itu urusan pribadi masing-masing. Tapi, dengan pernyataan saya tersebut, mereka mengatakan mendukung apa yang sudah saya ucapkan,” tandasnya.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan ini juga mengaku bahkan siap jika nantinya dirinya diberi sanksi oleh Ketua DPD II Kalimantan Timur (Kaltim).

“Mau diganti monggo, silahkan itu resiko hidup. Kita hidup ini penuh resiko, dan ini merupakan tantangan,” jawabnya singkat.

Ia berkata, alasannya mendukung Jusuf Kalla (JK), karena JK juga merupakan salah satu kader Partai Golkar. Saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, sudah kelihatan apa yang dilakukan oleh Jusuf Kalla.

“Bagaimana perdamaian di Poso, bagaimana perdamaian di Aceh, Ambon dan Maluku,” tandasnya. Disinggung soal pernyataan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan memberikan sanksi bagi kadernya yang tidak mematuhi aturan partai, Udin mengaku siap menerima sanksi tersebut.

“Silahkan saja, saya tidak takut. Hari ini, mau dipecat juga silahkan. Tapi, saya tetap kader Golkar asli, karena saya mendukung Jokowi-JK sebagai pribadi,” ucapnya.

Ia juga mengaku tidak perlu mengirimkan surat secara khusus ke Partai Golkar, terkait sikapnya menentang keputusan Partai.

“Saya tidak perlu mengirim surat, terserah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maunya seperti apa. Saya mau ditanya oleh mereka silahkan saja. Hal itu prinsip, yaitu mendukung Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Saya siap menjadi Ketua Tim sukses (Timses) untuk Jokowi-JK di Kalimantan Utara (Kaltara),” tegasnya lagi.

Udin juga mengaku sudah mendapatkan kontak khusus koordinator pemenangan Jokowi-JK Kalimantan. Jika sudah mem- bentuk Timses, ia memastikan nanti akan dideklarasikan.

“Tinggal membentuk tim. Penyampaian dari tim koordinator, saya sudah terima tiga hari yang lalu. Sya akan diberi kewenangan untuk membentuk Tim Sukses di sini. Sudah disetujui, saya menjadi Ketua Tim Sukses. Semoga secepatnya, nanti akan ada rapat lanjutan,” imbuhnya. Ia juga secepatnya akan berkomunikasi dengan partai pendukung Jokowi-JK di

Tarakan. “Saya akan libatkan dalam tim khusus di luar partai, dan tidak ada hubungan dengan partai. Jika ada tim di partai, itu tergantung dari pengusung,” jelasnya. Dengan sikapnya ini, jika lengser sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tarakan, Udin mengaku siap digantikan oleh kader yang lain. “Kemarin, saat menyampaikan bahwa saya menolak keputusan partai, ada beberapa Anggota Dewan dari Golkar, siap menggantikan saya,” kata Udin.

Ia juga menegaskan, keputusannya ini tidak akan berpengaruh dengan langkah selanjutnya. Karena, beredar isu, politisi Partai Golkar sejak pensiun dari Kepala Pelni Cabang Tarakan ini akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) tahun depan. “Keputusan saya ini untuk kepentingan negara dan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah terkait keputusan Udin Hianggio yang menolak keputusan Partai, Ahmad Albeth Sekjen DPD Kalimantan Timur mengaku masih akan mengumpulkan sejumlah bukti, terkait keputusan kader di bawahnya ini.

“Yang mnamanya berorganisasi dan berpartai, apapun keputusan Pusat harus dijalankan di daerah, termasuk juga di kabupaten,” katanya.

Tapi, jika diketahui ada kader yang tidak memberi dukungan penuh, akan dipanggil dan dibicarakan dengan baik terlebih dahulu.

“Terkait sanksi, masih akan melihat kesalahan beliau nantinya. Jika terbukti, sanksi administrasi akan diberikan bagi kader Golkar. Tapi, harus melihat tingkat kesalahan dari kader Golkar tersebut. Jika terbukti melakukan pelanggaran, partai akan mem- berikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya,” tegas Albeth.

Pernyataan Udin Hianggio untuk siap dipecat, disambut baik oleh Albeth. “Jika sudah siap dipecat, partai juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada beliau. Tapi, partai belum memiliki bukti yang cukup kuat. Jika ada bukti kongkret tentang pernyataan beliau (Udin Hianggio, Red), berarti melalui organisasi akan diberikan sanksi tegas kepadanya,” tandasnya.  [] RedHP/KK

1,771 total views, 1 views today

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com