Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Bontang / 5 Rumah di Loktuan Ambruk, Penghuninya Luka-Luka

5 Rumah di Loktuan Ambruk, Penghuninya Luka-Luka

 
Rumah-rumah di Loktuan kondisinya memperihatinkan. Di antaranya seperti yang ambruk ini.

Rumah-rumah di Loktuan kondisinya memperihatinkan. Di antaranya seperti yang ambruk ini.

BONTANG – Lima rumah di Dusun Selambai, Kelurahan Lhoktuan, Bontang Utara porak-poranda. Tiga warga dilarikan ke rumah sakit. Satu mengalami patah kaki. Dua lainnya menderita luka ringan dan harus dirawat di RS Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.15 Wita. Beberapa orang mengatakan, rumah milik Basri itu sudah dalam keadaan miring. Warga bahkan sudah mengingatkan agar pemilik rumah itu segera melakukan renovasi.

Sabtu (5/9) lalu, tiba-tiba saja rumah berbahan kayu itu ambruk. Basri memiliki rumah tiga petak. Dia tinggal di situ bersama dengan dua penyewa yang lain. Rumah miliknya ambruk dan membuat dua rumah warga lainnya, ikut ambruk. Rumah Ramli rusak parah sedangkan dua rumah lainnya rusak di bagian belakang.

“Pondasi rumahnya sudah lama miring. Sudah lama diingatkan warga supaya diperbaiki,” katanya, ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Saksi lain, Iraffe menuturkan, ketika kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara bergemuruh dari arah luar. Rumahnya sempat bergoyang hebat. Suara gemuruh juga ditingkahi dengan suara seperti benda besar masuk ke dalam air. “Waktu itu saya baru bangun. Dengar bunyi begitu, saya langsung lari,” katanya.

Salah satu warga, Amirullah menuturkan, tiga korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka tidak sadarkan diri dan mengalami luka di bagian kepala. “Ada yang pingsan terkena kayu. Warga langsung membawanya ke rumah sakit,” ucapnya.

Salah seorang warga yang rumahnya roboh, Nurdin menuturkan, korban luka dalam peristiwa itu adalah Rismal, Risna dan seorang balita, anak dari Risna. Rismal mengalami luka memar di kepala. Sedangkan Risna adalah korban paling parah yang mengalami patah kaki. Nurdin mengisahkan, selain lima rumah yang ambruk, kejadian itu juga menenggelamkan 8 motor dan merusak 4 kapal ketinting milik warga.

“Kapal milik Iwan, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Waktu kejadian, Iwan sudah mau turun ke laut untuk mencari kepiting,” ujar Nurdin.

Walikota Adi Darma langsung datang ke lokasi kejadian begitu mendengar informasi bencana tersebut. Dia meminta seluruh instansi bertindak cepat untuk membantu para korban.

“Ini musibah bersama. Para korban tidak sendiri. Kami (Pemkot Bontang) akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk memperbaiki rumah yang ambruk,” tuturnya. [] KK

1,559 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About adminredaksi

adminredaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa