Sosialisasi yang digencarkan Diarpus Kukar selama dua bulan terakhir mendorong jumlah pengguna iKukar meningkat dari sekitar 200 menjadi 1.478 orang sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan digital.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar terus memperluas pemanfaatan iKukar, layanan perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku melalui gawai. Setelah sosialisasi digencarkan selama dua bulan terakhir, jumlah pengguna aplikasi tersebut meningkat dari sekitar 200 menjadi 1.478 orang.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perpustakaan Diarpus Kukar Nur Azizah Abdul Bahri mengatakan iKukar dikembangkan sejak 2022, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 ketika aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan dari rumah.
“Karena orang-orang mulai banyak di rumah, kita mengadakan perpustakaan di rumah melalui gadget. iKukar sudah ada sejak 2022,” kata Nur Azizah di Tenggarong, Senin (05/10/2026).
Menurut Nur Azizah, perkembangan pengguna iKukar pada awal peluncurannya masih terbatas karena promosi layanan tersebut belum dilakukan secara maksimal. Jumlah pengguna pada awalnya tercatat sekitar 200 orang.
Diarpus Kukar kemudian meningkatkan sosialisasi dalam dua bulan terakhir dengan menyasar sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat yang berkunjung ke layanan perpustakaan. Upaya tersebut mendorong peningkatan jumlah pengguna iKukar menjadi 1.478 orang.
Melalui sosialisasi tersebut, Diarpus Kukar juga mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital yang telah disediakan Pemkab Kukar sebagai alternatif memperoleh bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
iKukar menyediakan ribuan koleksi buku digital dari berbagai genre. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui aplikasi yang tersedia di Play Store dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran untuk membuat akun.
Nur Azizah mengatakan pemanfaatan iKukar diharapkan turut mendorong kebiasaan membaca masyarakat Kukar. Aktivitas pengguna dalam aplikasi juga dapat dipantau, antara lain berdasarkan durasi membaca dan jumlah buku yang diselesaikan.
“Di iKukar itu kelihatan berapa lama durasi Anda dalam sehari membaca, siapa yang paling sering menggunakan iKukar. Ada akumulasi durasi membaca dan jumlah buku yang dibaca dalam setahun,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna, Diarpus Kukar memberikan penghargaan kepada pembaca daring teraktif pada akhir tahun. Penghargaan diberikan berdasarkan aktivitas membaca yang tercatat melalui aplikasi iKukar.
Diarpus Kukar berharap peningkatan jumlah pengguna tersebut dapat terus berlanjut sehingga iKukar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana memperoleh bahan bacaan secara mudah, sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi di Kukar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan