Pemkab Kukar berencana memperkuat sarana penanganan kebakaran melalui pembangunan hidran dan pemanfaatan dana RT, sekaligus memastikan pemulihan 75 KK terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana membangun hidran di kawasan padat penduduk guna memperkuat ketersediaan air untuk penanganan kebakaran. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mencegah meluasnya dampak kebakaran di wilayah permukiman.
Rencana itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat mendampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji mengunjungi warga terdampak kebakaran di Rukun Tetangga (RT) 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Aulia mengatakan, ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan penting dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
“Kami sempat diskusi dengan Kepala Damkar, terkait akan kebutuhan air dan kita berkomitmen bahwa dana RT tahun depan tidak dikurangi. Kami menyampaikan ke lurah, dana RT juga salah satu penguatan bagaimana kita memastikan air di setiap sudut yang sulit dijangkau,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, Pemkab Kukar berencana memanfaatkan alokasi dana RT sebesar Rp150 juta pada tahun depan untuk mendukung penguatan sarana ketersediaan air di lingkungan permukiman.
Selain pembangunan sarana pendukung penanggulangan kebakaran, Pemkab Kukar memberikan perhatian terhadap pemulihan warga terdampak, baik dari aspek fisik maupun psikologis.
Aulia menegaskan, penanganan pascakebakaran tidak boleh hanya berfokus pada pemulihan bangunan dan fasilitas, tetapi juga harus memastikan kondisi psikologis masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
“Kami sampaikan ke Lurah, selain sudut pandang fisik, kita juga harus melihat sudut pandang psikis warga kita, 75 kepala keluarga yang terdampak harus kita pastikan bahwa semuanya terkelola dengan baik,” katanya.
Pemkab Kukar juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak agar kegiatan sehari-hari, termasuk pendidikan dan pekerjaan, dapat kembali berlangsung.
“Kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga masyarakat kita tidak terganggu, bagi yang bersekolah perlengkapan sekolahnya kita penuhi, bagi yang bekerja perlengkapan pekerjaannya kita penuhi, sehingga kegiatan sehari-hari tidak terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, Wagub Kaltim Seno Aji menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang mengakibatkan sedikitnya 75 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Saya prihatin dengan adanya kebakaran ini, cukup besar di pemukiman ada 75 KK terkena dampak,” kata Seno.
Seno mengapresiasi langkah penanganan yang telah dilakukan Pemkab Kukar bersama petugas pemadam kebakaran dan pemerintah kecamatan. Menurutnya, penanganan perlu dilanjutkan dengan pemulihan kondisi lingkungan serta perbaikan sarana dan prasarana terdampak.
“Alhamdulillah Pak Bupati, seluruh tim, Damkar, kecamatan, telah bekerja dengan baik. Sekarang kita melangkah ke tahap berikutnya, tahap normalisasi dan perbaikan,” ucapnya.
Terkait kebutuhan tempat tinggal, Seno menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemkab Kukar untuk membahas langkah pemulihan permukiman warga.
“Kami akan diskusi dengan Pak Bupati lebih dalam lagi dalam waktu dekat, agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Kaltim turut menyerahkan bantuan secara simbolis berupa sembilan bahan pokok (sembako), pakaian, dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak kebakaran.
Seno juga menyoroti pentingnya penyediaan sumur bor di kawasan padat penduduk yang jauh dari sumber air sungai. Keberadaan sumur bor dinilai dapat mendukung ketersediaan air bagi petugas ketika menangani kebakaran.
Melalui rencana pembangunan hidran, penguatan sumber air, serta koordinasi pemulihan pascakebakaran, Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak di Kelurahan Melayu. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan