Pengurus Baru YJI Paser Perkuat Pencegahan Penyakit Jantung

Kepengurusan YJI Paser periode 2026–2031 menyiapkan penguatan edukasi kesehatan jantung, skrining gratis, dan pendampingan operasi bagi anak dari keluarga prasejahtera melalui kolaborasi lintas sektor.

PASER – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Paser menyiapkan sejumlah program edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pendampingan pasien untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Program tersebut menjadi bagian dari arah kerja kepengurusan baru YJI Paser periode 2026–2031.

Penguatan program itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Ketua Harian YJI Paser, Rini Savitri W, Kamis (05/11/2026). Kepengurusan baru organisasi nirlaba tersebut dipimpin Noor Hasnah sebagai ketua.

Rini mengatakan, YJI Paser akan memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan jantung, terutama melalui kegiatan promotif dan preventif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“YJI Kabupaten Paser akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Pendidikan, serta dinas-dinas terkait lainnya dalam memberikan edukasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jantung”, ujarnya, Jumat (06/11/2026).

Menurut Rini, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko penyakit jantung, termasuk pola konsumsi makanan yang tidak sehat dan kebiasaan hidup yang dapat memengaruhi kesehatan jantung serta pembuluh darah.

YJI Paser juga telah menjalin koordinasi dengan Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser guna menyelaraskan kegiatan penyuluhan dan pencegahan penyakit tidak menular.

Langkah tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap tingginya beban penyakit jantung di Indonesia, termasuk risiko yang dihadapi kelompok usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian YJI dalam mendorong penerapan pola hidup sehat sejak dini.

“Berdasarkan data tersebut, fokus utama YJI Paser diarahkan pada upaya promotif dan preventif yakni mengedukasi masyarakat luas agar menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Selain itu, YJI juga bersinergi dengan rumah sakit terkait pelayanan penyuluhan kesehatan (penkes), khususnya di poli jantung”, imbuhnya.

Untuk mendukung upaya pencegahan, YJI Paser akan mengembangkan sejumlah program unggulan, di antaranya Panca Usaha Jantung Sehat (SEHAT), Klub Jantung Sehat, serta program edukasi bagi generasi muda melalui Heart at School dan Klub Jantung Remaja.

Program-program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui kebiasaan hidup sehat, aktivitas fisik, serta pemahaman terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Selain edukasi, YJI Paser juga merencanakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining untuk mendukung deteksi dini gangguan kesehatan jantung.

Perhatian khusus akan diberikan kepada anak-anak yang mengalami Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Penyakit Jantung Rematik (PJR), termasuk mereka yang membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan lanjutan.

“Selain itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining, termasuk perhatian khusus terhadap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Penyakit Jantung Rematik (PJR) pada anak, serta penyaluran dana bantuan dan pendampingan operasi bagi pasien anak dari keluarga pra-sejahtera juga akan jadi fokus YJI Paser kedepannya”, pungkasnya.

Melalui program tersebut, YJI Paser berupaya memperluas akses informasi kesehatan sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan pendampingan pengobatan maupun tindakan operasi.

Kepengurusan YJI Paser periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat kerja sama dengan instansi kesehatan, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait agar kegiatan edukasi, deteksi dini, serta bantuan kepada pasien dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan penguatan program pencegahan dan pelayanan berbasis kolaborasi, YJI Paser berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung semakin meningkat sehingga risiko penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat Paser menjadi lebih baik. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *