Breaking News
Home / Kalimantan Tengah / Jaksa ini Bisa Main Mata Dengan Terdakwa!

Jaksa ini Bisa Main Mata Dengan Terdakwa!

 

Kira-kira apa jadinya jika seorang jakwa bertemu dengan terdakwa sebuah kasus yang ditangani jaksa tersebut? Bisa saja mereka main mata. Kelakuan tak layak ini terjadi di Palangka Raya. Seorang jaksa nekat menerima tamu seorang terdakwa yang ia tangani. Sepertinya ini patut menjadi perhatian pihak Jaksa Agung Muda Pengawas di Kejaksaan Agung.

Palangka Raya – Gelagat mencurigakan diperlihatkan antara aparatur penegak hukum dengan terdakwa kasus. Pertemuan antara terdakwa dugaan kasus penggelapan dana nasabah prudensial, Dian Rustu dengan jaksa penuntut umum (JPU) sebelum sidang pembacaan putusan beberapa waktu lalu (25/4) menjadi tanda tanya besar.

Sungguh mencurigakan jika ada terdakwa yang bertemu di ruang JPU, berduaan, beberapa sebelum sidang.

Sungguh mencurigakan jika ada terdakwa yang bertemu di ruang JPU, berduaan, beberapa sebelum sidang.

Dian mendatangi ruangan JPU, Paniem. Di ruangan itu pertemuan empat mata tersebut berlangsung sekitar satu jam. Dari laporan wartawan di Palangka Raya, Dian Restu yang juga Manajer Utama Prudensial tersebut menggunakan mobil Honda warna coklat Nopol DA 8061 WF ditemani pihak keluarga. Mobil itu diparkir di depan kantor Kejaksaan Negeri Palangka Raya pada Jumat, sekitar pukul 11.00 WIB.

Dian Restu kemudian menuju ruangan Paniem. Wartawan yang melihat gelagat mencurigakan itu langsung memantau Dian dan Paniem dalam ruangan yang berada di lantai 2 Kejari Palangka Raya tersebut.

Dian sendiri berstatus tahanan rutan kelas IIa Palangka Raya. Kalaupun akan menjalani sidang, terdakwa harus dititipkan ruang tahanan tunggu Pengadilan Negeri Palangka Raya. Akan tetapi, terdakwa malah mendatangi ruangan jaksa. Dian baru keluar ruangan itu sekitar pukul 12.45 WIB.

Saat keluar rungan keduanya Dian terlihat kaget. Pasalnya, beberapa wartawan telah siap menunggu dengan kamera dan video untuk mengabadikan foto dan video keduanya. Dian mencoba tetap tenang seraya menyapa wartawan dan langsung turun ke lantai bawah.

Saat dikonfirmasi, Dian mengatakan, mendatangi jaksa karena lama menunggu di rutan. “Hari ini kita sidang mas, sidang tuntutan. Tadi hanya minta izin makan aja, tapi ga diizinin,” katanya kepada wartawan setelah keluar dari ruangan Kasubak BIN Kejari Palangka Raya.

Saat ditanya perihal pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Dian yang saat itu tidak ditemani penasihat hukumnya berkilah hanya sekedar menyampaikan unek-unek kepada Penuntut Umum. “Kita bicara-bicara biasa saja, curhat. Saya tidak berani ngomong yang menyangkut masalah gitu-gituan (lobi perkara, Red)  mas,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Paniem, kedatangan terdakwa ke ruang kerjanya hanya curhat dan berbicara biasa saja. “Ngomong-ngomong biasa-biasa saja dia (terdakwa, Red),” katanya.

Sementara itu, dalam persidangan, Paniem selaku JPU menuntut terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penggelapan uang sebesar Rp 80 juta. Seharusnya uang yang dikirim ke Prudensial sebesar Rp 780 juta dari saksi Subur, Josephine, Cecilia, dan Susiana. Namun, yang dikirim hanya sebesar Rp 700 juta.

“Karena terbukti bersalah telah melakukan perbuatan seperti dalam dakwaan Pasal 378 KUHP, Jaksa Penuntut Umum meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa kurungan selama 10 bulan penjara,” kata Paneim.

Penasihat hukum terdakwa Naduh, akan menyampaikan pledoi pada agenda sidang berikutnya dengan alasan identitas pelapor tidak disampaikan secara benar. “Padahal, saksi seperti Subur dan Susiana merupakan agen Prudensial dan identitas tersebut ditutup-tutupi dalam persidangan,” kata Naduh seraya menambahkan, dakwaan JPU kabur dan tidak bisa membuktikan kerugian Rp 80 juta tersebut. [] RedHP/RS

1,480 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About adminredaksi

adminredaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa