Sapto Gelar Sosbang di Sambutan

 

SAMARINDA – Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika sebagai konsensus kebangsaan, wajib dikenalkan kepada kalangan masyarakat.

Hal itulah yang ditekankan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sapto Setyo Pramono saat turun ke masyarakat sosialisasikan wawasan kebangsaan (sosbang) yang di selenggarakan Balai Pertemuan Kecamatan Sambutan Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Minggu (11/12/2022).

Sapto Setyo Pramono

Peserta sosbang merupakan kader partai Golongan Karya (Golkar) dan ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada di Kelurahan Sambutan, hadir pula Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Samarinda Kota Jajat Sudrajat dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 0901-05/Samarinda Utara, Surono, sebagai narasumber, serta Lurah Sambutan.

“Salah satu tugas kita anggota DPRD melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang isinya empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang sudah mulai luntur di kalangan masyarakat dengan maraknya era globalisasi sudah luntur, sehingga ini harus sering di sosialisasikan oleh wakil rakyat,” ujar Sapto Setyo Pramono, anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Samarinda ini. 

“Dulu dalam kurikulum pendidikan Pancasila sekarang di gantikan Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) yang notabenenya tidak konsentrasi terhadap Pancasila, mengakibatkan banyaknya yang sudah berubah dari adab ketimuran kita ini sudah mulai berkurang, kurangnya orang saling bisa menghargai dengan era globalisasi, seperti contoh memaki-maki orang, menghina dan sebagainya,” kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) yang akrab disapa Sapto.

Ia menjelaskan, sosbang merupakan cara legislatif mengingatkan sejarah terbentuknya bangsa Indonesia kepada masyarakat, salah satunya dengan memahami empat pilar kebangsaan sebagai pemersatu bangsa Indonesia. “Dalam hal ini tidak bisa kita serta merta menghilangkan itu, karena apa pun juga empat pilar kebangsaan yang membentuk Republik ini, artinya dari Sabang sampai Marauke ini kalau tidak kita bingkai dengan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45 kita akan tercerai-berai, “ papar anggota dewan kelahiran Madiun, 10 Januari 1981 ini.

“Kita harus memunculkan kembali Pendidikan Moral Pancasila, tinggal bagaimana kemasannya itu instan, misalnya orang bisa dipenjara karena handphone, informasi menjadi cepat. Tetapi kita punya adab untuk bisa menjaga akhlak kita tidak mudah tercerai-berai,” kata anggota Badan Anggaran ini.

Ia berharap, dengan adanya sosbang, masyarakat kembali lebih baik, misalnya saling menolong, sesama tetangga juga tidak boleh saling iri dengki, memiliki jiwa sosial harus ditumbuhkan kembali. Selama ini banyak orang senang melihat orang susah atau susah melihat orang senang. []

Reporter: Guntur Riyadi | Editor: Hadi Purnomo

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa