Petugas Animal Rescue Banjarmasin menemukan induk sanca batik sepanjang sekitar 4 meter bersama 39 butir telur di bawah lantai rumah warga setelah menerima laporan dari pekerja bangunan.
BANJARMASIN – Seekor induk sanca batik sepanjang sekitar 4 meter bersama 39 butir telur ditemukan bersarang di bawah lantai rumah warga di Jalan Purnasakti, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (16/08/2026). Keberadaan reptil berukuran besar tersebut baru diketahui setelah pekerja membuka bagian lantai rumah.
Temuan bermula ketika sejumlah tukang yang sedang bekerja di rumah tersebut melihat kumpulan telur di bawah lantai. Mereka kemudian menghubungi Animal Rescue Banjarmasin untuk meminta bantuan evakuasi karena telur tersebut diduga berasal dari ular sanca batik.
Anggota Animal Rescue Banjarmasin Andy Putra mengatakan laporan awal yang diterima petugas hanya mengenai temuan telur ular.
“Awalnya tukang yang bekerja kaget melihat kumpulan telur sanca batik. Mereka langsung menghubungi Animal Rescue Banjarmasin untuk meminta bantuan evakuasi,” katanya, Senin (17/08/2026).
Namun, ketika proses evakuasi berlangsung, petugas menemukan induk sanca batik sepanjang sekitar 4 meter masih berada tidak jauh dari lokasi sarang. Temuan tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati oleh petugas yang berpengalaman menangani satwa liar.
Sebanyak 39 butir telur ditemukan di bawah lantai rumah tersebut. Telur-telur itu selanjutnya akan ditangani agar dapat menetas, sedangkan induk sanca direncanakan dilepasliarkan ke kawasan yang jauh dari hunian masyarakat.
“Telurnya akan ditetaskan, sedangkan induknya dilepasliarkan jauh dari pemukiman,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Radarbanjarmasin, Senin, (17/08/2026).
Penemuan tersebut menunjukkan sanca batik dapat memanfaatkan ruang tersembunyi di sekitar bangunan sebagai lokasi bersarang, terutama area yang jarang terganggu dan menyediakan perlindungan bagi induk serta telurnya.
Kehadiran induk ular berukuran sekitar 4 meter di bawah lantai rumah juga menjadi pengingat bagi warga untuk tidak menangani sendiri ular berukuran besar apabila ditemukan di sekitar permukiman. Penanganan sebaiknya diserahkan kepada petugas atau pihak yang memiliki pengalaman dalam evakuasi satwa liar untuk menghindari risiko terhadap warga maupun satwa tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan