{"id":101207,"date":"2025-05-15T19:11:37","date_gmt":"2025-05-15T11:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101207"},"modified":"2025-05-15T19:11:37","modified_gmt":"2025-05-15T11:11:37","slug":"kebakaran-lahan-terjadi-di-tarakan-barat-api-dekati-permukiman-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kebakaran-lahan-terjadi-di-tarakan-barat-api-dekati-permukiman-warga\/","title":{"rendered":"Kebakaran Lahan Terjadi di Tarakan Barat, Api Dekati Permukiman Warga"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"313\"><strong>TARAKAN<\/strong> &#8211; Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Tarakan dan mengundang perhatian warga setempat. Insiden tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025, di kawasan Jalan Mulawarman, Kecamatan Tarakan Barat. Lokasi kebakaran berada di dalam Komplek Inhutani Peningki dan sangat dekat dengan kawasan permukiman warga.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"315\" data-end=\"645\">Kebakaran yang terjadi pada sore hari itu membuat warga sekitar sempat panik, mengingat jarak antara titik api dan rumah-rumah penduduk hanya sekitar tiga meter. Api mulai terlihat sekitar pukul 15.00 WITA. Informasi ini disampaikan oleh Penyuluh Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Erik Akbar.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"647\" data-end=\"770\">\u201cLahan yang terbakar milik Inhutani, namun lokasinya sangat dekat dengan rumah warga, hanya sekitar tiga meter,\u201d ujar Erik.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"772\" data-end=\"1096\">Menurut keterangan yang dihimpun dari karyawan Inhutani, dugaan awal penyebab kebakaran adalah aktivitas pembakaran lahan oleh warga yang hendak membuka lahan baru. Dalam kondisi cuaca yang panas dan kering, aktivitas tersebut sangat berisiko memicu kebakaran, terutama pada lahan yang penuh dengan semak dan ranting kering.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1098\" data-end=\"1218\">\u201cKondisi cuaca yang kering juga membuat lahan mudah terbakar,\u201d tambah Erik menjelaskan penyebab cepatnya penyebaran api.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1220\" data-end=\"1535\">Tim pemadam dari BPBD dan relawan koordinator lapangan kebakaran (korlakar) bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Dua unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi, dibantu tujuh personel BPBD dan sepuluh relawan korlakar. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit sebelum api berhasil dikendalikan sepenuhnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1537\" data-end=\"1642\">\u201cSyukurnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,\u201d jelas Erik setelah memastikan situasi kembali aman.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1644\" data-end=\"1933\">Meski kebakaran tidak menimbulkan korban, kejadian ini kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan. Erik mengimbau agar warga tidak sembarangan membakar lahan, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering yang memperbesar risiko kebakaran.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1935\" data-end=\"2212\">BPBD Tarakan juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah insiden serupa agar tidak terulang. Kewaspadaan dini, kedisiplinan dalam mengelola lahan, serta kerja sama dengan instansi terkait menjadi kunci dalam menekan jumlah kasus kebakaran di wilayah rawan.[]\n<p data-start=\"1935\" data-end=\"2212\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN &#8211; Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Tarakan dan mengundang perhatian warga setempat. Insiden tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025, di kawasan Jalan Mulawarman, Kecamatan Tarakan Barat. Lokasi kebakaran berada di dalam Komplek Inhutani Peningki dan sangat dekat dengan kawasan permukiman warga. Kebakaran yang terjadi pada sore hari itu membuat warga sekitar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":101208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2257],"tags":[],"class_list":["post-101207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101207"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101209,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101207\/revisions\/101209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}