{"id":101290,"date":"2025-05-16T09:07:50","date_gmt":"2025-05-16T01:07:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101290"},"modified":"2025-05-16T09:07:50","modified_gmt":"2025-05-16T01:07:50","slug":"psi-dorong-jokowi-jadi-ketum-netizen-ledak-dinasti-malu-malu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/psi-dorong-jokowi-jadi-ketum-netizen-ledak-dinasti-malu-malu\/","title":{"rendered":"PSI Dorong Jokowi Jadi Ketum, Netizen Ledak: Dinasti Malu-Malu!"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>SOLO<\/strong> &#8211; Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana dari elit Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berharap dia maju sebagai calon ketua umum. Harapan ini mengemuka seiring dibukanya pendaftaran Pemilu Raya PSI pada Selasa (13\/5\/2025), di mana calon ketua umum akan dipilih melalui sistem <em>e-voting<\/em>\u00a0dengan prinsip satu anggota satu suara.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Sejumlah netizen menyoroti unggahan berita berjudul\u00a0<em>\u201cBuka Pendaftaran, PSI Berharap Jokowi Maju Jadi Calon Ketum\u201d<\/em>\u00a0di media sosial. Akun @masdimnih menyatakan dukungan jika Jokowi benar-benar menggantikan posisi anak bungsunya, Kaesang Pangarep, sebagai ketua umum. \u201cMantap biar jadi yang pertama dalam sejarah perdinastian. Bapak jadi ketua umum setelah anaknya. Biasanya kan orang tua dulu baru anak,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Dukungan serupa datang dari akun @wiraningprang dan @AswhyL yang menganggap wacana ini sebagai momentum \u201cpengumpulan\u201d satu keluarga dalam satu partai. \u201cSetuju satu keluarga kumpulin jadi satu aja udah,\u201d tulis @wiraningprang. \u201cNah gitu dong, akhirnya pada ngumpul semua dalam satu kandang,\u201d timpal @AswhyL.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, akun @jonathan_petrus menilai Jokowi lebih cocok menduduki posisi Dewan Pembina PSI, sementara Kaesang tetap memegang jabatan ketua umum. \u201cWajar Jokowi berlabuh di PSI karena partai politik yang lain tidak ada yang mau menerima,\u201d ujarnya. Sebaliknya, akun @oemaribnkhattab pesimistis dengan masa depan PSI meski dipimpin Jokowi. \u201cPartai gurem sampai kiamat tetap gurem, bahkan mungkin akan lebih parah,\u201d komentarnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Kritik pedas dilontarkan akun @i_azrim yang menyebut publik telah muak melihat figur Jokowi. \u201cRakyat: kami muak lihat orang ini,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Steering Committee Pemilu Raya PSI, Andy Budiman, membenarkan bahwa partainya membuka peluang bagi Jokowi untuk maju. \u201cKemudian apakah Pak Jokowi akan menjadi calon? Kita doakan,\u201d ujarnya dalam konferensi pers di DPP PSI, Jakarta. Andy mengakui sistem\u00a0<em>e-voting<\/em>\u00a0\u201csatu anggota satu suara\u201d terinspirasi dari gagasan Jokowi tentang partai berbentuk\u00a0<em>Super Tbk<\/em>.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi kalau ditanya apakah ini terinspirasi? Ya ini terinspirasi dari Pak Jokowi memang. Tapi dari kajian internal kami menganggap ini sesuatu yang baik dan bisa satu ide yang bisa dilaksanakan bagi PSI,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">PSI menetapkan syarat calon ketua umum harus mendapat rekomendasi minimal lima Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Tidak ada persyaratan masa bakti kader, asalkan mendapat dukungan struktur partai di tingkat provinsi hingga kabupaten\/kota.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Wacana ini memicu perdebatan mengenai dinamika politik internal PSI dan potensi dinasti keluarga dalam partai yang mengusung jargon anti-dinasti. Respons netizen yang terpolarisasi mencerminkan kompleksitas penerimaan publik terhadap figur Jokowi pasca-kekuasaannya, sekaligus ujian bagi PSI dalam membangun citra sebagai partai inklusif. Hasil Pemilu Raya PSI pada 2025 akan menjadi penentu arah baru partai tersebut di panggung politik nasional.[]\n<p>Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SOLO &#8211; Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana dari elit Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berharap dia maju sebagai calon ketua umum. Harapan ini mengemuka seiring dibukanya pendaftaran Pemilu Raya PSI pada Selasa (13\/5\/2025), di mana calon ketua umum akan dipilih melalui sistem e-voting\u00a0dengan prinsip satu anggota satu suara. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":101291,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-101290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101292,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101290\/revisions\/101292"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}