{"id":101394,"date":"2025-05-17T10:52:24","date_gmt":"2025-05-17T02:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101394"},"modified":"2025-05-17T10:52:25","modified_gmt":"2025-05-17T02:52:25","slug":"kenakalan-remaja-meningkat-dprd-samarinda-usulkan-pembatasan-jam-keluar-malam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kenakalan-remaja-meningkat-dprd-samarinda-usulkan-pembatasan-jam-keluar-malam\/","title":{"rendered":"Kenakalan Remaja Meningkat, DPRD Samarinda Usulkan Pembatasan Jam Keluar Malam"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA &#8211;<\/strong> Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan rencana pengkajian pemberlakuan jam malam bagi pelajar yang kerap nongkrong hingga larut malam. Langkah ini diusulkan sebagai antisipasi dampak negatif dari maraknya aktivitas remaja di luar rumah pada waktu tidak wajar.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cBanyak anak keluyuran hingga larut berpotensi memicu masalah. Kami perlu langkah konkret sebelum terjadi hal tidak diinginkan,\u201d ujar Novan di ruang kerjanya. Meski belum ada kondisi darurat yang mendesak, ia menegaskan pentingnya kajian mendalam untuk merumuskan kebijakan tepat.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Novan menekankan, solusi utama justru bermula dari peran aktif orang tua dan lingkungan keluarga. \u201cKomunikasi orang tua-anak harus diperkuat agar pelajar paham risiko di luar rumah malam hari. Jika anak keluar melewati jam normal, orang tua wajib mengingatkan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Saat ini, pemerintah masih mengedepankan pendekatan persuasif untuk mengurangi kenakalan remaja. Namun, Novan mengakui perlunya analisis akar masalah, seperti faktor lingkungan tidak sehat yang memicu pelajar Samarinda terlibat kasus kriminal. \u201cKita tidak boleh langsung memvonis. Harus ada pendekatan untuk tahu penyebab kenakalan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Data Satuan Reskrim Polresta Samarinda mencatat, 65% kasus tawuran dan pencurian ringan sepanjang 2024 melibatkan pelajar di bawah umur. Sebagian besar terjadi antara pukul 22.00 hingga 02.00 WITA. Wacana jam malam ini menuai pro-kontra di kalangan orang tua. Sebagian mendukung sebagai bentuk perlindungan, sementara lainnya menilai perlu solusi berbasis edukasi.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Novan menegaskan, kajian akan melibatkan psikolog, akademisi, dan organisasi pemuda untuk memastikan kebijakan tidak bersifat represif. \u201cTujuannya preventif, bukan menghukum. Kami ingin ciptakan lingkungan aman bagi generasi muda,\u201d pungkasnya. Hasil kajian rencananya akan dirilis pada triwulan III 2025 sebagai bahan pertimbangan regulasi. []\n<p>Penulis: Muhammad Ikhsan | Penyunting : Ovelia Carmelinda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan rencana pengkajian pemberlakuan jam malam bagi pelajar yang kerap nongkrong hingga larut malam. Langkah ini diusulkan sebagai antisipasi dampak negatif dari maraknya aktivitas remaja di luar rumah pada waktu tidak wajar. \u201cBanyak anak keluyuran hingga larut berpotensi memicu masalah. Kami perlu langkah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":101397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[],"class_list":["post-101394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101394"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101605,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101394\/revisions\/101605"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}