{"id":101401,"date":"2025-05-17T10:50:37","date_gmt":"2025-05-17T02:50:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101401"},"modified":"2025-05-17T10:50:37","modified_gmt":"2025-05-17T02:50:37","slug":"pasar-merdeka-samarinda-jadi-contoh-pengelolaan-pasar-tradisional-bersih-dan-tertata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasar-merdeka-samarinda-jadi-contoh-pengelolaan-pasar-tradisional-bersih-dan-tertata\/","title":{"rendered":"Pasar Merdeka Samarinda Jadi Contoh Pengelolaan Pasar Tradisional Bersih dan Tertata"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, memuji tata kelola dan kebersihan Pasar Merdeka sebagai contoh ideal pasar tradisional modern. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung fasilitas pasar yang berlokasi di jantung Kota Samarinda. \u201cPasarnya bersih. Harapannya semua pasar di Samarinda bisa seperti ini,\u201d ujar Andriansyah, Kamis (15\/5\/2025).<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, Pasar Merdeka berhasil menghapus stigma negatif pasar tradisional sebagai tempat kumuh. \u201cMasyarakat bisa datang dengan pakaian rapi tanpa khawatir kotor. Ini membuktikan pengelolaan yang baik bisa mengubah persepsi,\u201d tambah politisi Partai Demokrat tersebut. Keberhasilan ini didukung sistem pengelolaan sampah berbasis\u00a0<em>Reduce-Reuse-Recycle<\/em>\u00a0(TPS 3R) dan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga kebersihan harian.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Andriansyah menyoroti kendala teknis yang masih menghambat optimalisasi pengolahan sampah. \u201cAlat pengolah sampah sudah ada, tetapi pasokan listrik belum memadai. Ini perlu diperbaiki agar proses lebih maksimal,\u201d jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pengelola untuk menjamin keberlanjutan program.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan Pasar Merdeka, Andriansyah mengakui Pasar Segiri masih membutuhkan revitalisasi menyeluruh. \u201cKondisi Pasar Segiri belum memberikan kenyamanan setara. Saya mendukung penuh rencana penataannya mencontoh Pasar Merdeka,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kota Samarinda telah mengalokasikan dana Rp18,5 miliar pada APBD 2025 untuk revitalisasi Pasar Segiri, termasuk perbaikan drainase, penataan los dagang, dan penyediaan area parkir terintegrasi. Andriansyah berharap langkah ini diikuti peningkatan kesadaran pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Ahmad Yani, menyatakan Pasar Merdeka menjadi pilot project penerapan\u00a0<em>green market<\/em>\u00a0dengan sistem pengelolaan sampah terpadu. \u201cKeberhasilan ini akan kami replikasi ke 12 pasar tradisional lain, dimulai dari Pasar Segiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Dengan tata kelola yang baik, Pasar Merdeka membuktikan bahwa pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern, sekaligus menjaga budaya lokal sebagai pusat interaksi masyarakat. []\n<p>Penulis: Muhammad Ikhsan | Penyunting : Ovelia Carmelinda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, memuji tata kelola dan kebersihan Pasar Merdeka sebagai contoh ideal pasar tradisional modern. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung fasilitas pasar yang berlokasi di jantung Kota Samarinda. \u201cPasarnya bersih. Harapannya semua pasar di Samarinda bisa seperti ini,\u201d ujar Andriansyah, Kamis (15\/5\/2025). Menurutnya, Pasar Merdeka berhasil menghapus stigma &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":101409,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[],"class_list":["post-101401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101401"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101603,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101401\/revisions\/101603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}