{"id":101669,"date":"2025-05-17T13:34:22","date_gmt":"2025-05-17T05:34:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101669"},"modified":"2025-05-17T13:34:22","modified_gmt":"2025-05-17T05:34:22","slug":"cabai-kalbar-aman-produksi-dinilai-cukup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cabai-kalbar-aman-produksi-dinilai-cukup\/","title":{"rendered":"Cabai Kalbar Aman! Produksi Dinilai Cukup"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"319\" data-end=\"704\"><strong>MEMPAWAH<\/strong> \u2013 Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Christianus Lumano, menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Cabai yang digelar di Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan ketersediaan pangan, khususnya komoditas cabai.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"706\" data-end=\"994\">Acara ini turut dihadiri Bupati Mempawah, Erlina, yang juga menjabat Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat. Hadir pula sejumlah pengurus Tim Penggerak PKK dari tingkat provinsi dan kabupaten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Segedong Arifin, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"996\" data-end=\"1270\">Dalam sambutannya, Christianus menyampaikan bahwa produksi cabai di Kalimantan Barat secara umum tergolong memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, ia menyoroti bahwa persoalan distribusi dan kondisi cuaca kerap kali menyebabkan harga cabai tidak stabil.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1272\" data-end=\"1410\">\u201cPola tanam harus diatur agar pasokan cabai tetap stabil dan harga tidak melonjak, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1412\" data-end=\"1661\">Ia menambahkan, hingga Maret 2025, luas lahan tanam cabai di Kalimantan Barat mencapai 369 hektare dengan produksi sekitar 1.461 ton. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.171 hektare dan menghasilkan 9.467 ton.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1663\" data-end=\"2094\">Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menyalurkan 132 ribu polybag kepada kabupaten\/kota untuk mendorong budidaya cabai. \u201cBudidaya cabai di Kalimantan Barat sebagian besar dilakukan secara swadaya dan telah menjadi tradisi turun-temurun. Kampanye penanaman cabai bersama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan masyarakat untuk menjaga stabilitas inflasi dan meningkatkan ekonomi daerah,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2096\" data-end=\"2402\">Christianus juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian untuk mendongkrak produktivitas. Ia meyakini bahwa peningkatan hasil pertanian tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mengurangi angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2096\" data-end=\"2402\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPAWAH \u2013 Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Christianus Lumano, menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Cabai yang digelar di Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan ketersediaan pangan, khususnya komoditas cabai. Acara ini turut dihadiri Bupati &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":101670,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2273,34],"tags":[],"class_list":["post-101669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101669"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101669\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101672,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101669\/revisions\/101672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}