{"id":101695,"date":"2025-05-17T14:35:51","date_gmt":"2025-05-17T06:35:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101695"},"modified":"2025-05-17T14:35:51","modified_gmt":"2025-05-17T06:35:51","slug":"investasi-kutim-2024-lampaui-target-capai-rp-9452-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/investasi-kutim-2024-lampaui-target-capai-rp-9452-triliun\/","title":{"rendered":"Investasi Kutim 2024 Lampaui Target, Capai Rp 9,452 Triliun"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"204\" data-end=\"404\"><strong data-start=\"204\" data-end=\"403\">SANGATTA \u2013 <\/strong>Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan peningkatan investasi setiap tahunnya yang menjadi tanggung jawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"406\" data-end=\"720\">Setiap tahun, target investasi yang meliputi serapan tenaga kerja, penerimaan pajak, dan nilai pembangunan bangunan selalu mengalami kenaikan. Pada 2024, target rencana strategis (renstra) DPMPTSP Kutim sebesar Rp 9 triliun, namun realisasi investasi mencapai Rp 9,452 triliun atau 105 persen dari target tersebut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"722\" data-end=\"869\">\u201cKalau target provinsi ke Kutim Rp 12 triliun, sehingga kami hanya mencapai 77,29 persen,\u201d ujar Kepala DPMPTSP Kutim, Darsafani, Jumat (16\/05\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"871\" data-end=\"1097\">Darsafani menyebutkan, target investasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kepada Kutim cukup tinggi. Hal ini karena Kutim dianggap memiliki calon investor dari China yang berpotensi menanamkan modal.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1099\" data-end=\"1385\">Namun, PT Anhui yang merupakan investor asal China hanya memesan lahan seluas 300 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) tanpa menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT MBTK. Karena itu, ia menilai belum ada investasi yang benar-benar masuk.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1387\" data-end=\"1489\">\u201cIni sudah kami komunikasikan kepada Pemprov Kaltim agar target investasi kami diturunkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1491\" data-end=\"1693\">Investasi yang masuk ke Kutim pada 2024 berasal dari berbagai sektor, seperti pertambangan, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, industri makanan, kimia dan farmasi, serta industri mineral non-logam.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1695\" data-end=\"1843\">\u201cKalau berdasarkan pencapaian investasi di akhir tahun kemarin paling banyak sektor pertambangan, perkebunan dan industri makanan,\u201d jelas Darsafani.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1845\" data-end=\"2047\">Ia berharap investasi di Kutim, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), terus bertambah. Apalagi lahan di KEK MBTK masih luas dan menarik minat banyak investor.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2049\" data-end=\"2154\">\u201cSemoga tahun ini meningkat lagi ya, karena KEK MBTK juga sudah banyak sekali yang melirik,\u201d pungkasnya.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2049\" data-end=\"2154\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANGATTA \u2013 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan peningkatan investasi setiap tahunnya yang menjadi tanggung jawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Setiap tahun, target investasi yang meliputi serapan tenaga kerja, penerimaan pajak, dan nilai pembangunan bangunan selalu mengalami kenaikan. Pada 2024, target rencana strategis (renstra) DPMPTSP Kutim sebesar Rp 9 triliun, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":101697,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,9430],"tags":[],"class_list":["post-101695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-nusantara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101699,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101695\/revisions\/101699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}