{"id":101882,"date":"2025-05-18T11:19:53","date_gmt":"2025-05-18T03:19:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101882"},"modified":"2025-05-18T11:19:53","modified_gmt":"2025-05-18T03:19:53","slug":"prabowo-soal-dua-periode-biar-tuhan-dan-saya-yang-tentukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/prabowo-soal-dua-periode-biar-tuhan-dan-saya-yang-tentukan\/","title":{"rendered":"Prabowo: Soal Dua Periode, Biar Tuhan dan Saya yang Tentukan"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, meminta pendukungnya tidak mendiskusikan peluangnya maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 untuk periode kedua. Pernyataan itu disampaikannya saat menutup Kongres IV Tunas Indonesia Raya (TIDAR) di Jakarta, Sabtu (17\/5\/2025), di mana sejumlah kader organisasi sayap Gerindra menyuarakan dukungan dua periode untuknya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">\u201cTadi, terima kasih ada yang sebut Prabowo dua periode. Saya kira saya mau koreksi. Please, tolong jangan sebut seperti itu,\u201d tegas Prabowo dalam pidato penutupan. Ia menegaskan belum genap setahun menjabat sebagai presiden periode 2024-2029. \u201cNiat itu (dua periode), silakan disimpan di dalam hati. Tapi yang menentukan apakah Prabowo dua periode atau tidak adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Prabowo sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Prabowo menyatakan komitmennya untuk fokus mengevaluasi kinerjanya selama masa jabatan pertama. \u201cKalau saya menilai, saya tidak mencapai apa yang saya canangkan, saya tidak mau maju lagi sebagai presiden RI. Saya akan menilai,\u201d tambahnya. Ia memohon agar pendukung tidak memaksakan harapan tersebut. \u201cKalau seandainya saya menilai diri saya tidak berhasil, saya mohon dengan sangat, jangan saudara harapkan saya maju lagi,\u201d tegas Ketua Dewan Pembina TIDAR itu.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Pernyataan ini kontras dengan keputusan Partai Gerindra yang telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2029 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang, Bogor, Kamis (13\/2\/2025). Dalam KLB dadakan itu, Prabowo juga dikukuhkan sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra periode 2025-2030.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Prabowo menekankan prioritas utamanya adalah membuktikan kinerja sebagai presiden. \u201cSaya minta dukungan untuk menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. Evaluasi hasil kerja lima tahun ke depan yang akan jadi dasar keputusan,\u201d ucapnya. Sikap ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan ekspektasi partai dengan prinsip akuntabilitas diri.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Partai Gerindra sendiri belum memberikan respons resmi terkait pernyataan Prabowo. Namun, penetapan capres sejak dini menunjukkan kesiapan partai mengusungnya kembali, meski sang ketua umum meminta ruang untuk penilaian pribadi. Analis politik menyoroti dinamika ini sebagai bentuk kaderisasi politik yang unik, di mana figur pemimpin berusaha menjaga netralitas elektoral sementara partai bergerak cepat menyiapkan peta kekuasaan jangka panjang. []\n<p>Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, meminta pendukungnya tidak mendiskusikan peluangnya maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 untuk periode kedua. Pernyataan itu disampaikannya saat menutup Kongres IV Tunas Indonesia Raya (TIDAR) di Jakarta, Sabtu (17\/5\/2025), di mana sejumlah kader organisasi sayap Gerindra menyuarakan dukungan dua periode untuknya. \u201cTadi, terima &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":101883,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[],"class_list":["post-101882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101882"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101884,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101882\/revisions\/101884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}