{"id":101885,"date":"2025-05-18T12:08:29","date_gmt":"2025-05-18T04:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101885"},"modified":"2025-05-18T12:10:31","modified_gmt":"2025-05-18T04:10:31","slug":"pemancing-tenggelam-ditemukan-setelah-4-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemancing-tenggelam-ditemukan-setelah-4-hari\/","title":{"rendered":"Pemancing Tenggelam Ditemukan Setelah 4 Hari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"384\" data-end=\"631\"><strong data-start=\"384\" data-end=\"401\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Setelah empat hari proses pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad seorang pemancing yang tenggelam di Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18\/05\/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"633\" data-end=\"826\">Korban diketahui bernama Laili Azimi alias Ucok (45). Ia dilaporkan tenggelam pada Kamis (15\/05\/2025) sekitar pukul 17.30 WIB setelah terpeleset dari lanting (rakit kayu) dan tercebur ke sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"828\" data-end=\"1128\">Sejak hari pertama insiden tersebut dilaporkan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur instansi dan relawan telah melakukan upaya pencarian secara menyeluruh. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan sungai hingga penyelaman, serta memperluas radius pencarian setiap harinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1130\" data-end=\"1412\">Pada hari keempat, keberadaan korban diketahui setelah seorang nelayan melaporkan melihat benda mencurigakan mengapung di tepian Sungai Kahayan. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR yang bergerak ke lokasi dan memastikan bahwa benda tersebut adalah jasad korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1414\" data-end=\"1686\">\u201cKorban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sekitar tiga kilometer dari lokasi awal tenggelam,\u201d ujar Heru, Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya. Ia menambahkan bahwa jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke posko sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1688\" data-end=\"1928\">Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Alit Supartana, menyampaikan bahwa operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan. \u201cKeberhasilan ini berkat kerja sama dan sinergi antara seluruh unsur SAR serta masyarakat yang turut membantu,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1930\" data-end=\"2174\">Operasi ini melibatkan Tim Rescue SAR Palangka Raya, Ditsamapta dan Polairud Polda Kalteng, Polsek Pahandut, BPBPK Kalteng, BPBD Palangka Raya, Dinas Damkar, SAR MTA, Putra Pahandut, ERP, dan sejumlah relawan gabungan serta masyarakat setempat.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1930\" data-end=\"2174\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Setelah empat hari proses pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad seorang pemancing yang tenggelam di Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18\/05\/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui bernama Laili Azimi alias Ucok (45). Ia dilaporkan tenggelam pada Kamis (15\/05\/2025) sekitar pukul 17.30 WIB setelah terpeleset dari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":101887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[3193],"class_list":["post-101885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-tenggelam"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101886,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101885\/revisions\/101886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}