{"id":101945,"date":"2025-05-20T16:36:40","date_gmt":"2025-05-20T08:36:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=101945"},"modified":"2025-07-03T11:38:58","modified_gmt":"2025-07-03T03:38:58","slug":"strategi-branding-ala-diskominfo-mahasiswa-unmul-dapat-ilmu-lapangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/strategi-branding-ala-diskominfo-mahasiswa-unmul-dapat-ilmu-lapangan\/","title":{"rendered":"Strategi Branding Ala Diskominfo: Mahasiswa Unmul Dapat Ilmu Lapangan"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"226\" data-end=\"527\"><strong data-start=\"226\" data-end=\"241\">SAMARINDA \u2014<\/strong><em> Branding<\/em> atau pencitraan bukan sekadar pemberian merek, tetapi merupakan proses strategis dalam membentuk citra dan identitas yang khas, baik bagi produk maupun lembaga. Dalam konteks kelembagaan, <em>branding<\/em> bertujuan membangun persepsi positif dan kepercayaan publik terhadap institusi.<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"529\" data-end=\"825\">Menjawab kebutuhan akan pemahaman ini, sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Mulawarman (Unmul), melakukan kunjungan akademik ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (19\/05\/2025).<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"827\" data-end=\"1129\">Kunjungan yang berlangsung di Ruang Wiek, Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, ini diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. Tujuannya adalah untuk menggali pengetahuan praktis mengenai strategi komunikasi dalam memperkuat <em data-start=\"1095\" data-end=\"1105\">branding<\/em> kelembagaan pemerintah. \u201cAtas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, kami memberikan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang telah berkenan bertukar ilmu dan pengalaman di Diskominfo,\u201d ujar Faisal dalam sambutannya.<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1320\" data-end=\"1545\">Ia menegaskan bahwa pencitraan institusi menjadi bagian penting dari strategi komunikasi pemerintah daerah, agar informasi tentang visi, misi, hingga program kerja dapat tersampaikan secara utuh dan mudah dipahami masyarakat.<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1547\" data-end=\"1701\">\u201cKomunikasi yang efektif tentu adalah komunikasi yang mampu memberikan pemahaman yang jelas dan membangun kepercayaan terhadap sebuah institusi,\u201d katanya.<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1703\" data-end=\"1949\">Faisal menyebut bahwa strategi komunikasi yang digunakan pemerintah dalam membangun citra institusional dapat meliputi penyusunan pesan yang konsisten, pemanfaatan media sosial secara optimal, serta menjalin komunikasi dua arah dengan masyarakat. \u201cHal ini penting untuk menciptakan citra positif dan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,\u201d pungkasnya.<\/p>\r\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2068\" data-end=\"2316\">Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis mengenai bagaimana strategi komunikasi pemerintah dijalankan dalam dunia nyata, khususnya dalam pengelolaan citra kelembagaan. []\r\n<p data-start=\"2068\" data-end=\"2316\">Penulis: Himawan Yokominarno | Penyunting: Rasidah | ADV Diskominfo Kaltim<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2014 Branding atau pencitraan bukan sekadar pemberian merek, tetapi merupakan proses strategis dalam membentuk citra dan identitas yang khas, baik bagi produk maupun lembaga. Dalam konteks kelembagaan, branding bertujuan membangun persepsi positif dan kepercayaan publik terhadap institusi. Menjawab kebutuhan akan pemahaman ini, sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":102341,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6873],"tags":[10234,434],"class_list":["post-101945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dinas-komunikasi-dan-informatika-kaltim","tag-branding","tag-unmul"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101945"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101945\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118296,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101945\/revisions\/118296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}