{"id":102855,"date":"2025-05-21T16:47:26","date_gmt":"2025-05-21T08:47:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=102855"},"modified":"2025-05-21T16:47:26","modified_gmt":"2025-05-21T08:47:26","slug":"empat-mobil-tabrakan-beruntun-di-poros-samarinda-bontang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/empat-mobil-tabrakan-beruntun-di-poros-samarinda-bontang\/","title":{"rendered":"Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Poros Samarinda\u2013Bontang"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"244\" data-end=\"570\"><strong>KUTAI TIMUR &#8211;<\/strong> Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Poros Samarinda\u2013Bontang pada Rabu (21\/5\/2025) pagi, sekitar pukul 07.00 Wita. Lokasi kejadian tepatnya berada di Kilometer 8, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan. Insiden tersebut melibatkan empat kendaraan roda empat, termasuk sebuah mobil boks dan mobil jenis Grand Max.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"572\" data-end=\"978\">Berdasarkan keterangan dari kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil boks yang melaju dari arah Samarinda menuju Bontang diduga dikemudikan dalam kondisi kurang konsentrasi. Sopir yang mengemudikan kendaraan itu diduga mengantuk hingga akhirnya kehilangan kendali atas kemudinya. Mobil tersebut kemudian oleng ke sisi kanan jalan, yang saat itu sedang dilalui oleh kendaraan dari arah berlawanan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"980\" data-end=\"1242\">\u201cMobil boks arah dari Samarinda, tiba-tiba oleng dan menabrak mobil dari arah berlawanan sisi kanan jalan. Kemudian membentur dua mobil terparkir di arah kanan juga,\u201d ujar personel Lantas BKO Polsek Teluk Pandan, Polres Kutai Timur, saat dikonfirmasi Media.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1244\" data-end=\"1608\">Mobil Grand Max yang datang dari arah Bontang tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan pun tak terelakkan. Usai menabrak kendaraan tersebut, mobil boks masih terus melaju hingga menabrak dua mobil lainnya yang saat itu sedang terparkir di sisi jalan. Kendaraan-kendaraan tersebut mengalami kerusakan, namun kerugian pasti belum diungkapkan oleh pihak kepolisian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1610\" data-end=\"1882\">Meskipun kecelakaan melibatkan beberapa kendaraan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir mobil boks dan penumpang Grand Max hanya mengalami luka ringan. \u201cTidak ada korban jiwa. Hanya luka ringan untuk sopir boks dan penumpang mobil Grand Max,\u201d jelas petugas.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1884\" data-end=\"1996\">Kedua korban luka segera dievakuasi ke RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1998\" data-end=\"2348\">Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau agar para pengendara senantiasa berhati-hati dalam berkendara, terutama ketika merasa kelelahan atau mengantuk. \u201cKami juga mengimbau agar para pengguna jalan dapat berhati-hati dalam berkendara. Jika lelah atau mengantuk, baiknya istirahat dan tidak memaksakan diri,\u201d tutup petugas kepolisian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2350\" data-end=\"2518\">Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa faktor manusia, seperti kondisi fisik dan kewaspadaan sopir, memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya. []\n<p data-start=\"2350\" data-end=\"2518\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR &#8211; Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Poros Samarinda\u2013Bontang pada Rabu (21\/5\/2025) pagi, sekitar pukul 07.00 Wita. Lokasi kejadian tepatnya berada di Kilometer 8, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan. Insiden tersebut melibatkan empat kendaraan roda empat, termasuk sebuah mobil boks dan mobil jenis Grand Max. Berdasarkan keterangan dari kepolisian, kecelakaan bermula &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":102856,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[],"class_list":["post-102855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102855"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":102857,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102855\/revisions\/102857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}