{"id":102895,"date":"2025-05-21T18:31:55","date_gmt":"2025-05-21T10:31:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=102895"},"modified":"2025-08-10T00:19:02","modified_gmt":"2025-08-09T16:19:02","slug":"legislator-kaltim-harap-di-kutim-ada-penangkaran-buaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/legislator-kaltim-harap-di-kutim-ada-penangkaran-buaya\/","title":{"rendered":"Legislator Kaltim Harap Di Kutim Ada Penangkaran Buaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"241\" data-end=\"645\"><strong data-start=\"241\" data-end=\"254\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur dari Daerah Pemilihan Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Berau, Agus Aras, menyuarakan pentingnya pembangunan fasilitas penangkaran buaya di wilayah Kutim. Menurutnya, langkah ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat meningkatnya populasi buaya dan potensi ancaman terhadap keselamatan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"647\" data-end=\"878\">\u201cMudah-mudahan bisa terealisasi, karena butuh kajian yang baik dan kami berharap segera ada, tidak bisa lagi kalau hanya mengandalkan Teritip di Balikpapan,\u201d ujar Agus kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Rabu (21\/05\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"880\" data-end=\"1079\">Agus menekankan perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi serangan buaya, terutama saat beraktivitas di sungai. Ia mengimbau agar warga lebih berhati-hati, khususnya dalam mengawasi anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1081\" data-end=\"1203\">\u201cJadi kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan supaya tidak menjadi mangsa buaya,\u201d ucap politisi Partai Demokrat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1205\" data-end=\"1444\">Ia mengakui bahwa mandi di sungai telah menjadi bagian dari budaya masyarakat pedalaman. Namun, dengan melihat realitas populasi buaya yang kian tak terkendali dan mulai masuk ke pemukiman, kebiasaan tersebut patut dipertimbangkan kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1446\" data-end=\"1679\">\u201cKedepan bagaimana masyarakat dapat mengawasi anak-anaknya jangan mandi di tempat yang potensi banyak terdapat buaya seperti mandi di sungai, karena luar biasa populasinya sangat banyak dan sudah masuk di pemukiman warga,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"2101\">Seruan ini disampaikan Agus menyusul insiden tragis yang terjadi sebulan lalu di Kampung Kajang, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Fikri dilaporkan diterkam buaya saat mandi bersama teman-temannya di sungai. Peristiwa ini menambah panjang daftar korban serangan buaya di wilayah tersebut dan semakin memperkuat urgensi penanganan konflik antara manusia dan satwa liar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: M. Reza Danuarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur dari Daerah Pemilihan Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Berau, Agus Aras, menyuarakan pentingnya pembangunan fasilitas penangkaran buaya di wilayah Kutim. Menurutnya, langkah ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat meningkatnya populasi buaya dan potensi ancaman terhadap keselamatan warga. \u201cMudah-mudahan bisa terealisasi, karena &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":102919,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[128],"class_list":["post-102895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-dprd-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102895"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":102921,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102895\/revisions\/102921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}