{"id":103503,"date":"2025-05-24T11:18:30","date_gmt":"2025-05-24T03:18:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=103503"},"modified":"2025-05-24T11:18:30","modified_gmt":"2025-05-24T03:18:30","slug":"orang-tua-bisa-pantau-anak-lewat-cctv-di-sekolah-balikpapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/orang-tua-bisa-pantau-anak-lewat-cctv-di-sekolah-balikpapan\/","title":{"rendered":"Orang Tua Bisa Pantau Anak Lewat CCTV di Sekolah Balikpapan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"406\"><strong>BALIKPAPAN &#8211;<\/strong> Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah mendorong peningkatan keamanan dan pengawasan berbasis teknologi di lingkungan sekolah dengan rencana pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di setiap ruang kelas. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas&#8217;ud, berharap program ini dapat segera terealisasi pada tahun 2025. \u201cMudah-mudahan program itu bisa berjalan tahun ini,\u201d ujarnya pada Jumat (16\/5\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"408\" data-end=\"1028\">Inisiatif pemasangan CCTV ini sebelumnya telah disampaikan Rahmad Mas&#8217;ud dalam debat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu. Rencana tersebut akan menggunakan anggaran dari perubahan APBD tahun ini. Dalam pelaksanaannya, sistem pengawasan melalui CCTV akan dilengkapi akses khusus bagi orang tua atau wali murid dengan pemberian password agar mereka dapat memantau aktivitas anak-anaknya di sekolah secara langsung. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran orang tua, terutama yang mayoritas bekerja, terhadap kondisi anak saat berada di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1030\" data-end=\"1217\">\u201cKami ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sehingga bisa mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki kecerdasan spiritual,\u201d ujar Rahmad Mas&#8217;ud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1219\" data-end=\"1636\">Dukungan atas program ini juga datang dari anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib. Ia menilai penggunaan teknologi CCTV merupakan solusi tepat dalam menghadapi tantangan keamanan di sekolah dan kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya tingkat kriminalitas di kota ini. \u201cRencana ini sangat baik. Kalau terjadi masalah, identifikasi pelaku akan lebih mudah karena kita memiliki rekaman CCTV,\u201d kata Najib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1638\" data-end=\"2213\">Najib menambahkan, guru dan orang tua tidak dapat mengawasi setiap siswa secara langsung sepanjang waktu, sehingga kehadiran CCTV menjadi alat bantu efektif untuk menjaga keamanan dan kedisiplinan siswa. Rekaman CCTV dapat menjadi bukti penting dalam penanganan kasus pencurian, perundungan, maupun masalah lain yang terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, CCTV juga dapat melindungi guru dari tuduhan tidak berdasar dengan memberikan gambaran yang objektif. \u201cMisalnya terjadi pencurian atau perundungan, CCTV bisa menjadi bukti kuat untuk menegakkan keadilan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2215\" data-end=\"2403\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan adanya teknologi ini, diharapkan pengawasan dan keamanan di sekolah dapat semakin optimal sehingga mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif bagi para siswa di Balikpapan. []\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN &#8211; Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah mendorong peningkatan keamanan dan pengawasan berbasis teknologi di lingkungan sekolah dengan rencana pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di setiap ruang kelas. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas&#8217;ud, berharap program ini dapat segera terealisasi pada tahun 2025. \u201cMudah-mudahan program itu bisa berjalan tahun ini,\u201d ujarnya pada Jumat (16\/5\/2025). Inisiatif &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":103504,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-103503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=103503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103505,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103503\/revisions\/103505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=103503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=103503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=103503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}