{"id":10394,"date":"2015-07-02T01:53:19","date_gmt":"2015-07-01T17:53:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=10394"},"modified":"2015-07-02T01:53:19","modified_gmt":"2015-07-01T17:53:19","slug":"berdalih-obat-diabetes-pria-ini-cabuli-anak-kandungnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/berdalih-obat-diabetes-pria-ini-cabuli-anak-kandungnya\/","title":{"rendered":"Berdalih Obat Diabetes, Pria ini Cabuli Anak Kandungnya"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Pencabulan-Anak.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-10395\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Pencabulan-Anak-1024x563.jpg\" alt=\"Pencabulan-Anak\" width=\"618\" height=\"340\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Ada-ada saja dalih pelaku bejat yang nekat melakukan pencabulan anak di bawah umur ini. Disebut untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya, ia mencabuli dua anak kembarnya dan teman anaknya yang terhitung masih pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kasus pencabulan terjadi di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Korbannya yang melaporkan ke polisi, sebut saja namanya Melati (13), warga Bontang. Sementara tersangkanya berinisial AS (55), warga Teluk Pandan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari informasi yang dihimpun, AS adalah seorang akademisi sebuah universitas swasta di Kota Taman. Selain itu dia juga berprofesi sebagai advokat dan berkantor di Teluk Pandan. Sedangkan Melati berstatus siswi sebuah SMP negeri di Bontang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kejadian tersebut bermula saat Melati menginap di rumah AS di Teluk Pandan, pada Minggu (28\/6) hingga Senin (29\/6). Perbuatan bejat duda 12 orang anak itu berlangsung dua kali pada pukul 04.00 Wita. Melati merupakan teman anak tersangka dan memang sering berkunjung untuk bermain.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menurut Kapolres Kutim AKBP Anang Widiandoko, didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pelaku berdalih untuk mengobati penyakit diabetes yang diderita sejak 2005.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak cuma Melati, AS disebut juga kerap meraba-raba bagian intim dua anak kembarnya yang masih seumuran dengan Melati. \u201cAS mengiming-imingi anaknya dan Melati untuk diajak jalan-jalan ke Samarinda,\u201d tambahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kapolres menyebut, hasil visum akan mengungkapkan perbuatan AS sebenarnya. Apakah sekadar meraba-raba atau malah lebih jauh dari itu. \u201cTunggu saja hasil visum, keterangan dari korban, keluarga korban, dan tersangka yang telah diamankan,\u201d imbuhnya. [] KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR &#8211; Ada-ada saja dalih pelaku bejat yang nekat melakukan pencabulan anak di bawah umur ini. Disebut untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya, ia mencabuli dua anak kembarnya dan teman anaknya yang terhitung masih pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kasus pencabulan terjadi di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Korbannya yang melaporkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,480],"tags":[],"class_list":["post-10394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}