{"id":104131,"date":"2025-05-26T17:44:57","date_gmt":"2025-05-26T09:44:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=104131"},"modified":"2025-05-26T17:44:57","modified_gmt":"2025-05-26T09:44:57","slug":"akses-jalan-lumpuh-listrik-dan-telepon-mati-di-krayan-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akses-jalan-lumpuh-listrik-dan-telepon-mati-di-krayan-selatan\/","title":{"rendered":"Akses Jalan Lumpuh, Listrik dan Telepon Mati di Krayan Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"399\"><strong>NUNUKAN \u2013<\/strong> Kondisi masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan semakin memprihatinkan akibat akses darat yang rusak parah sehingga menyulitkan kendaraan melintas. Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, menyampaikan bahwa kerusakan jalan ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada kehidupan warga, mulai dari ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) hingga pelayanan dasar masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"401\" data-end=\"604\">\u201cBarang kebutuhan sudah kosong, masyarakat sudah resah dengan kondisi ini. Sudah sembilan bulan masyarakat menderita dengan kondisi seperti ini,\u201d ujar Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Senin (26\/5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"606\" data-end=\"895\">Selain permasalahan jalan, kondisi masyarakat semakin memburuk karena tidak adanya pelayanan listrik. Hal ini terjadi karena mesin PLN mengalami gangguan, sementara teknisi sulit menjangkau wilayah Krayan Selatan untuk melakukan perbaikan akibat kerusakan akses jalan yang parah dan putus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"897\" data-end=\"1052\">\u201cHari ini PLN padam karena ada gangguan pada mesin. Teknisi tidak bisa masuk ke Krayan Selatan karena jalan masuk rusak parah dan putus,\u201d jelas Oktavianus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1054\" data-end=\"1320\">Dampak dari padamnya listrik tersebut juga menyebabkan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut tidak berfungsi, sebab tower jaringan mengandalkan pasokan listrik dari PLN. Kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat dalam berkomunikasi maupun mengakses informasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1322\" data-end=\"1625\">Ketersediaan sembako yang semakin menipis membuat warga semakin kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Pasokan kebutuhan masyarakat selama ini bergantung pada jalur darat dari wilayah Krayan, namun kini jalur tersebut lumpuh total karena adanya jembatan yang terputus serta jalan yang rusak parah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1627\" data-end=\"1744\">\u201cSemua ini bermuara pada akses jalan lumpuh. Di mana, ada jembatan terputus dan jalan rusak parah,\u201d tutup Oktavianus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1746\" data-end=\"2009\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan kondisi yang berlangsung berbulan-bulan ini, masyarakat Krayan Selatan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki infrastruktur dan memulihkan layanan listrik serta telekomunikasi demi mengatasi kesulitan yang tengah mereka alami. []\n<p data-start=\"1746\" data-end=\"2009\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Kondisi masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan semakin memprihatinkan akibat akses darat yang rusak parah sehingga menyulitkan kendaraan melintas. Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, menyampaikan bahwa kerusakan jalan ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada kehidupan warga, mulai dari ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) hingga pelayanan dasar masyarakat. \u201cBarang kebutuhan sudah kosong, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":104132,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[],"class_list":["post-104131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104133,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104131\/revisions\/104133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}