{"id":104283,"date":"2025-05-27T12:15:07","date_gmt":"2025-05-27T04:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=104283"},"modified":"2025-05-27T12:15:07","modified_gmt":"2025-05-27T04:15:07","slug":"bengkayang-percepat-legalitas-koperasi-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bengkayang-percepat-legalitas-koperasi-desa\/","title":{"rendered":"Bengkayang Percepat Legalitas Koperasi Desa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"440\" data-end=\"780\"><strong data-start=\"440\" data-end=\"454\">BENGKAYANG<\/strong> \u2014 Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tengah mempercepat pembentukan <strong data-start=\"539\" data-end=\"569\">Koperasi Merah Putih (KMP)<\/strong> sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Hingga akhir Juni 2025, pembentukan 119 koperasi ditargetkan rampung sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"782\" data-end=\"1132\"><em data-start=\"782\" data-end=\"1004\">&#8220;Jumlah maksimal koperasi yang dapat dibentuk di Bengkayang adalah 117 koperasi desa dan 2 koperasi kelurahan, sehingga totalnya mencapai 119 Koperasi Merah Putih atau setara 96 persen dari total 124 desa dan kelurahan,&#8221;<\/em> kata <strong data-start=\"1010\" data-end=\"1090\">Kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang<\/strong>, <strong data-start=\"1092\" data-end=\"1108\">Markus Dalon<\/strong>, di Bengkayang, Minggu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1134\" data-end=\"1171\">Partisipasi Aktif Desa Jadi Kunci<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1173\" data-end=\"1465\">Menurut Markus, hingga 22 Mei 2025, <strong data-start=\"1209\" data-end=\"1246\">Musyawarah Desa Khusus (Musdesus)<\/strong> telah digelar di 32 desa. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat, serta para pendamping desa dalam mendorong terbentuknya koperasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1467\" data-end=\"1604\"><em data-start=\"1467\" data-end=\"1595\">&#8220;Pencapaian ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa,&#8221;<\/em> ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1606\" data-end=\"1969\">Namun, tidak semua desa dapat membentuk koperasi secara mandiri. Berdasarkan data <strong data-start=\"1688\" data-end=\"1752\">Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkayang<\/strong>, enam desa memiliki jumlah penduduk di bawah 500 jiwa. Desa-desa tersebut\u2014antara lain Kelayuk, Papan Uduk, Telidik, Tanjung, Ampar Benteng, dan Temia Sio\u2014harus bergabung dengan desa lain sesuai regulasi yang berlaku.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1971\" data-end=\"2025\">Akselerasi Legalitas dan Dukungan Pemerintah Pusat<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2027\" data-end=\"2280\">Pemerintah mendorong desa yang telah menyelenggarakan Musdesus untuk segera mengurus <strong data-start=\"2112\" data-end=\"2139\">akta pendirian koperasi<\/strong> ke notaris. Target penyelesaian legalitas dijadwalkan selesai pada <strong data-start=\"2207\" data-end=\"2223\">30 Juni 2025<\/strong>, meski hingga saat ini belum ada akta yang resmi terbit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2282\" data-end=\"2528\"><em data-start=\"2282\" data-end=\"2514\">&#8220;Pembentukan koperasi ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat termasuk bank anggota Himbara, yang diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung operasional koperasi, termasuk akses terhadap pembiayaan dan permodalan,&#8221;<\/em> jelas Markus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2530\" data-end=\"2652\">Fasilitasi teknis dan administratif terus digencarkan guna mempercepat proses legalitas dan kesiapan operasional koperasi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2654\" data-end=\"2697\">Koperasi Jadi Pilar Pembangunan Ekonomi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2699\" data-end=\"2877\"><strong data-start=\"2699\" data-end=\"2720\">Bupati Bengkayang<\/strong>, <strong data-start=\"2722\" data-end=\"2744\">Sebastianus Darwis<\/strong>, menegaskan pentingnya keberadaan koperasi dalam memperkuat struktur ekonomi lokal dan memperluas manfaat pembangunan secara merata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2879\" data-end=\"3095\"><em data-start=\"2879\" data-end=\"3086\">&#8220;Koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Ini juga merupakan bagian dari upaya pemerataan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja,&#8221;<\/em> ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3097\" data-end=\"3371\">Ia menambahkan, koperasi merah putih mencerminkan semangat gotong royong dan kekeluargaan dalam model ekonomi kerakyatan. Pemerintah optimistis koperasi desa akan mampu mengatasi tantangan-tantangan ekonomi, seperti keterbatasan akses pembiayaan dan minimnya lapangan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3373\" data-end=\"3560\"><em data-start=\"3373\" data-end=\"3548\">&#8220;Koperasi Merah Putih juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang masih menjadi persoalan di beberapa wilayah pedesaan di Bengkayang,&#8221;<\/em> pungkasnya. [] Adm04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENGKAYANG \u2014 Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tengah mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Hingga akhir Juni 2025, pembentukan 119 koperasi ditargetkan rampung sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi lokal. &#8220;Jumlah maksimal koperasi yang dapat dibentuk di Bengkayang adalah 117 koperasi desa dan 2 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":104284,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3488,17],"tags":[9591],"class_list":["post-104283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bengkayang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","category-headlines","tag-koperasi-desa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104285,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104283\/revisions\/104285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}