{"id":10466,"date":"2015-07-03T00:11:44","date_gmt":"2015-07-02T16:11:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=10466"},"modified":"2015-07-03T00:11:44","modified_gmt":"2015-07-02T16:11:44","slug":"awas-kerupuk-boraks-dan-terasi-rhodamin-dijual-bebas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-kerupuk-boraks-dan-terasi-rhodamin-dijual-bebas\/","title":{"rendered":"Awas! Kerupuk Boraks dan Terasi Rhodamin Dijual Bebas"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_10473\" aria-describedby=\"caption-attachment-10473\" style=\"width: 471px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Wawali-saat-sidak.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10473\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Wawali-saat-sidak.jpg\" alt=\"kerupuk campur boraks dan terasi menggunakan rhodamin\" width=\"471\" height=\"350\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-10473\" class=\"wp-caption-text\">Wawali Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli saat sidak di pasar.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) patut berhati-hati saat berbelanja di pasar. Sebab, selama ini banyak makanan mengandung zat berbahaya dijual bebas.Hal itu menyusul temuan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (29\/6) lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti diungkapkan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, Rabu (1\/7).\u00a0 Menurut dia, dia bersama staf menemukan makanan yang diduga mengandung zat berbahaya dijual bebas di pasaran sehingga mengancam kesehatan konsumen.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat inspeksi mendadak, Senin (29\/6), kami menemukan makanan yang secara kasat mata mengandung zat-zat berbahaya,&#8221; ujarnya di Kota Banjarbaru.<\/p>\n<p>Ia menyebutkan, makanan yang diduga mengandung Bahan Tambahan Makanan (BTM) di antaranya ikan asin, cumi-cumi kering, dan kerupuk serta penyedap masakan yakni terasi.<\/p>\n<p>Menurut dia, makanan tersebut ditemukan di lapak pedagang ikan di Pasar Bauntung Banjarbaru dan Pasar Ulin Raya yang menjadi sasaran sidak tim Pemkot Banjarbaru itu.<\/p>\n<p>&#8220;Makanan yang biasa menjadi lauk itu dijual bebas di lapak pedagang dan kasat mata kelihatan mengandung zat berbahaya sehingga pembeli harus waspada,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Dijelaskan, ikan asin dan cumi-cumi kering diduga diberi formalin sehingga tidak ada lalat yang menghinggapinya, sedangkan kerupuk campur boraks dan terasi menggunakan rhodamin.<\/p>\n<p>&#8220;Bahan yang digunakan itu sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi dan masyarakat harus bisa mengenali apabila melihat makanan yang dijual seperti itu,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p>Ditekankan, pihaknya mengimbau pedagang tidak menjual makanan dan bahan pangan lain yang mengandung zat-zat berbahaya sehingga tidak merugikan konsumen.<\/p>\n<p>&#8220;Kami imbau pedagang tidak lagi menjual makanan dan bahan pangan berbahaya. Selain itu kami juga akan meminta Dinkes mengawasi makanan berbahaya itu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kalsel Rustyawati mengatakan, makanan jenis lauk yang dijual pedagang Pasar Bauntung mengandung zat berbahaya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami secara kasat mata melihat makanan jenis lauk-pauk mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin hingga pewarna tekstil,&#8221; ujar dia yang mengikuti sidak tersebut.<\/p>\n<p>Dikatakan, pihaknya menurunkan tim untuk memantau penggunaan zat-zat berbahaya di bahan makanan dan melakukan pembinaan ke pedagang maupun produsen. [] ANT<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARBARU &#8211; Warga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) patut berhati-hati saat berbelanja di pasar. Sebab, selama ini banyak makanan mengandung zat berbahaya dijual bebas.Hal itu menyusul temuan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (29\/6) lalu. Seperti diungkapkan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, Rabu (1\/7).\u00a0 Menurut dia, dia &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10473,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[],"class_list":["post-10466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10466"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10466\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}