{"id":104737,"date":"2025-05-28T13:39:05","date_gmt":"2025-05-28T05:39:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=104737"},"modified":"2025-05-28T13:39:05","modified_gmt":"2025-05-28T05:39:05","slug":"pertikaian-keluarga-di-sungai-kapitan-dua-masuk-rs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertikaian-keluarga-di-sungai-kapitan-dua-masuk-rs\/","title":{"rendered":"Pertikaian Keluarga di Sungai Kapitan, Dua Masuk RS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong>\u00a0\u2013 Niat menyelesaikan masalah rumah tangga secara damai malah berujung kekerasan. Insiden berdarah terjadi di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Senin (26\/5\/2025), ketika seorang pria terlibat perkelahian sengit dengan menantunya hingga keduanya harus dilarikan ke rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian berlangsung di Jalan Padat Karya I, RT 09, dan melibatkan Sukalim (54) serta menantunya Yasir (31). Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam yang diduga digunakan dalam pertikaian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Kumai, Iptu Stefanus Rantealo, menjelaskan kronologi bermula dari upaya Sukalim yang ingin memperbaiki hubungannya dengan sang istri, Sunarti (50), setelah keduanya berpisah selama sebulan. Sukalim menemui istrinya di Pasar Cempaka Kumai dengan harapan bisa rujuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1272\" data-end=\"1462\">\u201cKarena tidak ingin ada keributan di pasar, istrinya mengajak suaminya untuk menyelesaikan persoalan mereka di rumah, dan keduanya pulang ke rumah dengan kendaraan masing-masing,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun sesampainya di rumah, upaya damai tersebut tak berjalan sesuai harapan. Sunarti justru pergi ke rumah anaknya yang berada tak jauh dari lokasi. Tak berselang lama, Yasir mendatangi Sukalim dan konfrontasi antara keduanya pun tak terhindarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertikaian yang diduga dipicu oleh ketegangan emosional itu berkembang menjadi duel fisik menggunakan senjata tajam. Usai kejadian, Yasir pulang ke rumahnya dalam kondisi terluka parah dan dibawa ke Klinik Permata Ibu, lalu dirujuk ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sukalim yang juga menderita luka cukup serius memilih mendatangi Polsek Kumai untuk meminta bantuan. Polisi segera membawanya ke rumah sakit setelah menemukan luka di kepala bagian atas, pipi kanan, dan dahi kiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2218\" data-end=\"2420\">\u201cYasir anak menantunya setelah dibawa ke Klinik Permata Bunda kemudian dilarikan ke RSUD Sultan Imanudin, ia mengalami luka di bagian wajah sebelah kiri, perut dan lengan sebelah kanan,\u201d beber Kapolsek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif lengkap dan latar belakang pertikaian tersebut. Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan konflik keluarga secara bijak agar tidak berkembang menjadi kekerasan fisik yang membahayakan jiwa. [] Adm04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN BARAT\u00a0\u2013 Niat menyelesaikan masalah rumah tangga secara damai malah berujung kekerasan. Insiden berdarah terjadi di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Senin (26\/5\/2025), ketika seorang pria terlibat perkelahian sengit dengan menantunya hingga keduanya harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian berlangsung di Jalan Padat Karya I, RT 09, dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":104738,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9287],"tags":[4418,6001],"class_list":["post-104737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-pangkalan-bun","tag-kalteng","tag-kotawaringin-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104739,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104737\/revisions\/104739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}