{"id":105264,"date":"2025-05-29T15:32:32","date_gmt":"2025-05-29T07:32:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=105264"},"modified":"2025-05-29T15:32:32","modified_gmt":"2025-05-29T07:32:32","slug":"disdik-berau-prioritaskan-rkb-atasi-krisis-ruang-belajar-di-perkotaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disdik-berau-prioritaskan-rkb-atasi-krisis-ruang-belajar-di-perkotaan\/","title":{"rendered":"Disdik Berau Prioritaskan RKB, Atasi Krisis Ruang Belajar di Perkotaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"271\" data-end=\"484\"><strong data-start=\"271\" data-end=\"280\">BERAU<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan sektor pendidikan melalui alokasi minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"486\" data-end=\"648\">Komitmen ini disampaikan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Berau sebagai bentuk keseriusan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"650\" data-end=\"997\">Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa pihaknya siap mengoptimalkan pemanfaatan anggaran apabila alokasi tersebut terealisasi sesuai harapan. Ia menilai bahwa anggaran tersebut sangat penting, terutama untuk mendukung pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di sejumlah sekolah yang mengalami lonjakan jumlah peserta didik. \u201cAlokasi ini sangat krusial dalam memenuhi berbagai kebutuhan mendesak. Terutama pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah yang mengalami lonjakan jumlah peserta didik,\u201d ujar Mardiatul, Selasa (27\/5\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1219\" data-end=\"1542\">Ia menjelaskan bahwa kekurangan ruang belajar masih menjadi tantangan utama, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kawasan perkotaan. Kondisi ini bahkan menyebabkan beberapa sekolah harus menerapkan sistem belajar bergiliran karena keterbatasan ruang kelas yang tersedia. \u201cTak jarang, ada sekolah yang terpaksa menerapkan sistem belajar bergantian karena keterbatasan ruang,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1660\" data-end=\"1986\">Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan mempercepat pembangunan RKB jika alokasi anggaran dapat dicairkan tepat waktu. Mardiatul juga menegaskan bahwa komitmen pembangunan tidak akan berhenti hanya pada satu tahun anggaran. Apabila masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, akan dilanjutkan pada anggaran tahun berikutnya. \u201cKami pastikan tidak akan berhenti di tengah jalan. Kalau memang belum tercukupi tahun ini, tahun depan tetap kami prioritaskan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2129\" data-end=\"2392\">Selain pembangunan ruang kelas, anggaran pendidikan juga akan diarahkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Mardiatul menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2394\" data-end=\"2536\">\u201cUntuk itu, kami siap dan berkomitmen dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran apabila realisasi 20 persen benar-benar diberikan,\u201d pungkasnya. []\n<p data-start=\"2394\" data-end=\"2536\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan sektor pendidikan melalui alokasi minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan. Komitmen ini disampaikan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Berau sebagai bentuk keseriusan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":105265,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-105264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105266,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105264\/revisions\/105266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}