{"id":105594,"date":"2025-05-31T08:49:49","date_gmt":"2025-05-31T00:49:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=105594"},"modified":"2025-08-10T00:16:27","modified_gmt":"2025-08-09T16:16:27","slug":"la-ode-nasir-revitalisasi-pasar-klandasan-jangan-rugikan-pedagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/la-ode-nasir-revitalisasi-pasar-klandasan-jangan-rugikan-pedagang\/","title":{"rendered":"La Ode Nasir: Revitalisasi Pasar Klandasan Jangan Rugikan Pedagang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA &#8211;<\/strong> Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan revitalisasi blok D di pasar Klandasan, adapun tahun ini, dilanjutkan dengan pembangunan blok D yang diperuntukan bagi pedagang sayur-sayuran dan buah dengan kucuran anggaran sebesar Rp9 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Balikpapan La Ode Nasir, yang mengatakan, agar peremajaan fasilitas itu tidak menjadi kedok penggusuran yang menyisakan masalah sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRevitalisasi jangan sampai jadi alasan menggusur pedagang tanpa solusi,\u201d ujar La Ode, sapaan akrabnya, kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Jumat (30\/05\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia melanjutkan, pihaknya menyatakan dukungan terhadap rencana peningkatan fasilitas pasar Klandasan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, namun ia juga menekankan bahwa proses revitalisasi harus menempatkan pedagang sebagai subjek dalam pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah Kota harus memikirkan dampak sosialnya jangan hanya revitalisasi fisik, tapi para pedagang justru jadi korban,\u201d kata wakil rakyat yang duduk di Komisi I DPRD Kaltim ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, penataan ulang pasar harus memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung sekaligus tetap menjaga keberlangsungan usaha para pedagang serta lokasi parkir yang menurutnya terlalu jauh dari area pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya kurang sependapat kalau parkir terlalu jauh, itu akan menjadi keluhan masyarakat dan bisa berdampak pada omzet para pedagang,\u201d tutur La Ode.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kritik yang disampaikan La Ode meminta Pemerintah Kota Balikpapan mengevaluasi seluruh aspek dari proyek ini dan pihaknya akan mengawal proses tersebut agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi para pedagang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami semua ingin pasar ini lebih baik, tapi juga tidak boleh mengorbankan mereka yang selama ini hidup dari tempat itu,\u201d ungkap La Ode.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu La Ode berharap, pasar Klandasan dapat berkembang menjadi pasar unggulan kedua setelah pasar Pandansari yang ada di Balikpapan dan dapat menjadi favorit warga Balikpapan, serta meningkatkan roda perekonomian di kota minyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarapannya, revitalisasi pasar Klandasan Balikpapan bisa jadi nomor dua setelah Pandansari dan pedagannya harus diberi ruang untuk tumbuh,\u201d tutup La Ode. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: M. Reza Danuarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan revitalisasi blok D di pasar Klandasan, adapun tahun ini, dilanjutkan dengan pembangunan blok D yang diperuntukan bagi pedagang sayur-sayuran dan buah dengan kucuran anggaran sebesar Rp9 miliar. Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Balikpapan La Ode &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":105648,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[128,9653],"class_list":["post-105594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-dprd-kaltim","tag-la-ode-nasir"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105594"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105649,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105594\/revisions\/105649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}