{"id":105770,"date":"2025-05-31T15:30:52","date_gmt":"2025-05-31T07:30:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=105770"},"modified":"2025-05-31T15:30:52","modified_gmt":"2025-05-31T07:30:52","slug":"pasca-banjir-sekolah-di-sembakung-dibersihkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasca-banjir-sekolah-di-sembakung-dibersihkan\/","title":{"rendered":"Pasca Banjir, Sekolah di Sembakung Dibersihkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Setelah dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir, kondisi wilayah Kecamatan Sembakung dan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini mulai berangsur pulih. Air sungai yang sebelumnya meluap dan merendam sejumlah permukiman kini telah menunjukkan penurunan signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, pada Jumat (30\/05\/2025), tinggi muka air Sungai Sembakung tercatat menurun hingga 25 sentimeter dari hari sebelumnya. Saat ini, permukaan air berada di bawah ambang normal, yakni di bawah 4 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSecara umum kondisi banjir hari ini untuk wilayah Sembakung air sudah surut sekitar 25 cm dari posisi kemarin sore dengan ketinggian permukaan air 4,1 meter,\u201d ungkap Kasubid Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah air surut, fokus kini beralih ke tahap pemulihan. Sejumlah fasilitas umum mulai dibersihkan, terutama fasilitas pendidikan di Desa Atap yang sempat tergenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudah dilakukan pembersihan rekan-rekan pemadam kebakaran menggunakan armada mobil tangki air untuk pembersihan di SDN 002 Sembakung. Ruang belajar sekolah dasar di Desa Atap sudah tidak tergenang banjir,\u201d jelas Hasanuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi serupa juga terlihat di Kecamatan Lumbis. Berdasarkan pantauan alat ukur milik BPBD, tinggi air kini berada pada angka 5,7 meter, di bawah batas normal setempat yang biasanya mencapai 7 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWilayah yang terdampak banjir kini sudah surut. Ketinggian normal itu 7 meter di wilayah Lumbis. Sedang saat ini sudah berada di ketinggian 5,7 meter,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski banjir telah mereda, BPBD Nunukan tetap mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat bersama pemerintah daerah dan relawan kini bergotong royong membersihkan rumah, sekolah, serta fasilitas umum lainnya yang terdampak. Upaya pemulihan ini juga melibatkan satuan pemadam kebakaran, dengan dukungan kendaraan tangki air untuk mempercepat proses pembersihan. [] Adm04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Setelah dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir, kondisi wilayah Kecamatan Sembakung dan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini mulai berangsur pulih. Air sungai yang sebelumnya meluap dan merendam sejumlah permukiman kini telah menunjukkan penurunan signifikan. Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, pada Jumat (30\/05\/2025), tinggi muka air Sungai Sembakung tercatat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":105776,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[2500],"class_list":["post-105770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-nunukan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105777,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105770\/revisions\/105777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}