{"id":105804,"date":"2025-05-31T16:19:42","date_gmt":"2025-05-31T08:19:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=105804"},"modified":"2025-05-31T16:19:42","modified_gmt":"2025-05-31T08:19:42","slug":"jepang-tolak-tekanan-as-untuk-beli-peralatan-militer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jepang-tolak-tekanan-as-untuk-beli-peralatan-militer\/","title":{"rendered":"Jepang Tolak Tekanan AS untuk Beli Peralatan Militer"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-132\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"2193099c-f627-4263-8e33-327168b44e12\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"383\"><strong>TOKYO<\/strong> &#8211; Jepang menegaskan tidak memiliki rencana untuk membeli peralatan pertahanan atau militer dari Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump telah melonggarkan kebijakan tarif terhadap negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani, sebagai tanggapan atas spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan pembelian alat militer dari Washington.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"385\" data-end=\"884\">&#8220;Pembelian semacam itu, sesuatu yang harus dipertimbangkan berdasarkan apa yang dibutuhkan demi perdamaian negara kami,&#8221; ujar Nakatani dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media. Ia menambahkan bahwa keputusan pembelian alutsista akan ditentukan melalui evaluasi menyeluruh atas kebutuhan aktual pertahanan Jepang. \u201cDalam membeli peralatan, kami akan terlebih dahulu mengkaji apa yang sesuai untuk memperkuat kemampuan pertahanan kami dan kemudian menentukan model dan jumlahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"886\" data-end=\"1330\">Pernyataan Nakatani muncul sehari setelah kepala negosiator tarif Jepang mengisyaratkan bahwa pembelian peralatan pertahanan dari Amerika Serikat dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengurangi ketidakseimbangan dalam neraca perdagangan antara kedua negara. Indikasi itu memunculkan spekulasi bahwa Jepang mungkin akan memanfaatkan pembelian peralatan militer sebagai bagian dari strategi negosiasi dalam pembicaraan bilateral terkait tarif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1332\" data-end=\"1684\">Akazawa, tokoh penting dalam tim negosiasi dan dikenal sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Shigeru Ishiba, mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang memimpin pembicaraan tarif. Selain itu, ia juga akan berdialog dengan sejumlah pejabat senior lainnya dalam kunjungannya ke Washington.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1686\" data-end=\"2066\">Di sisi lain, Nakatani dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam perhelatan Konferensi Keamanan Asia atau Shangri-La Dialogue yang berlangsung selama tiga hari di Singapura, mulai Jumat. Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah penting untuk membahas isu-isu keamanan kawasan serta mempererat hubungan pertahanan kedua negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2068\" data-end=\"2579\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Walau hubungan Tokyo dan Washington di bidang pertahanan tetap erat, pemerintah Jepang tetap berpegang pada prinsip bahwa keputusan pengadaan peralatan militer tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan politik atau ekonomi luar negeri, melainkan didasarkan pada pertimbangan strategis yang menyangkut keamanan nasional. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian Jepang dalam menjaga kedaulatan kebijakan luar negeri dan pertahanannya, khususnya di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang terus berkembang. []\n<p data-start=\"2068\" data-end=\"2579\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Redaksi11<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TOKYO &#8211; Jepang menegaskan tidak memiliki rencana untuk membeli peralatan pertahanan atau militer dari Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump telah melonggarkan kebijakan tarif terhadap negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani, sebagai tanggapan atas spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan pembelian alat militer dari Washington. &#8220;Pembelian semacam itu, sesuatu yang harus &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":105805,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-105804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105806,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105804\/revisions\/105806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}