{"id":105827,"date":"2025-05-31T09:26:29","date_gmt":"2025-05-31T01:26:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=105827"},"modified":"2025-08-10T00:16:22","modified_gmt":"2025-08-09T16:16:22","slug":"dari-reses-ke-reses-masalah-air-bersih-tak-kunjung-usai-di-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dari-reses-ke-reses-masalah-air-bersih-tak-kunjung-usai-di-samarinda\/","title":{"rendered":"Dari Reses ke Reses, Masalah Air Bersih Tak Kunjung Usai di Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"302\" data-end=\"583\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Keluhan soal layanan air bersih masih menjadi persoalan utama warga Kota Samarinda. Hal ini kembali diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, yang kerap menerima aduan serupa setiap kali turun ke daerah pemilihannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"585\" data-end=\"788\">\u201cHampir setiap kali saya reses, pasti keluhan soal air bersih selalu muncul dari masyarakat. Ini memang sudah menjadi perhatian saya sejak lama,\u201d ungkap Afif saat ditemui di Samarinda, (30\/05\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"790\" data-end=\"1016\">Meski pengaduan masih tinggi, Afif menilai kinerja Perumda Air Minum Tirta Kencana Samarinda menunjukkan tren perbaikan. Ia meminta masyarakat memberi waktu agar upaya perbaikan yang dilakukan perusahaan bisa berjalan optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1018\" data-end=\"1135\">\u201cMungkin perlu waktu dan kita berikan sedikit ruang kepada PDAM agar restorasinya bisa berjalan lebih baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1137\" data-end=\"1384\">Ia menyinggung pernyataan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang sebelumnya menyebut cakupan layanan air bersih telah mencapai 78 persen. Namun, untuk menjangkau sisa 22 persen wilayah yang belum terlayani, dibutuhkan dana besar hingga Rp2 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1386\" data-end=\"1582\">\u201cIni tantangan besar bagi kami, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Samarinda, untuk memikirkan bagaimana mewujudkan target 100 persen akses air bersih, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat\u201d jelas politisi Gerindra tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1584\" data-end=\"1816\">Afif juga menyambut baik langkah Wali Kota yang melakukan moratorium rekrutmen pegawai baru di PDAM. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah untuk membersihkan institusi dari praktik nepotisme yang kerap disebut melibatkan \u201ctitipan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1818\" data-end=\"2030\">\u201cAlhamdulillah kemarin Wali Kota mengeluarkan moratorium. Itu artinya beliau sudah membaca sinyal bahwa PDAM perlu orang-orang profesional, bukan orang titipan. Ini langkah bagus dan harus kami dukung,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2032\" data-end=\"2280\">Dengan adanya dorongan dari DPRD dan komitmen pembenahan dari pemerintah kota, Afif optimistis pelayanan air bersih di Samarinda akan semakin baik. Ia menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi negara bagi masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2032\" data-end=\"2280\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Aulia Setyaningrum<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Keluhan soal layanan air bersih masih menjadi persoalan utama warga Kota Samarinda. Hal ini kembali diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, yang kerap menerima aduan serupa setiap kali turun ke daerah pemilihannya. \u201cHampir setiap kali saya reses, pasti keluhan soal air bersih selalu muncul dari masyarakat. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":105839,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[1571,128,609],"class_list":["post-105827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-air-bersih","tag-dprd-kaltim","tag-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105827"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119329,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105827\/revisions\/119329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}