{"id":10589,"date":"2015-07-04T22:54:51","date_gmt":"2015-07-04T14:54:51","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=10589"},"modified":"2015-07-04T22:54:51","modified_gmt":"2015-07-04T14:54:51","slug":"ada-film-baru-di-planetarium-jagat-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ada-film-baru-di-planetarium-jagat-raya\/","title":{"rendered":"Ada Film Baru di Planetarium Jagat Raya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Nonton-Perdana-Gratis.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-10590\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Nonton-Perdana-Gratis.jpg\" alt=\"Nonton Perdana Gratis\" width=\"551\" height=\"367\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Sudah tahu kan Planetarium Jagat Raya di Tenggarong? di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Ya, sebuah wahana pariwisata bernuansa pendidikan astronomi dan teknologi modern lainnya. Kini, di Planetarium Jagat Raya ada koleksi film terbaru loh. Film baru itu adalah <em>Dinosaurs At The Dusk<\/em> dan<em> Galileo The Power Of Telescope<\/em> sangat cocok sebagai tontonan keluarga yang sarat akan edukasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua film dari Belanda ini melengkapi fim yang sudah ada sebelumnya, yakni <em>3D Kaluoka\u2019Hina<\/em> yang dihadirkan sebagai film perdana tahun lalu. Film perdana ini mampu menyedot 22 ribu pengunjung. Kini Planetarium Jagad Raya Tenggarong dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar berharap pengunjungnya semakin banyak lagi hingga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)&gt;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara, penayangan perdana kedua film baru tiga dimensi (3D) tanpa kacamata tersebut dilakukan, Kamis (02\/07) secara gratis bagi pengunjung planetarium. Turut disaksikan Kepala Disbudpar Kukar Sri Wahyuni serta seluruh staf serta keluarga besar Disbudpar dan para awak media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Film pertama yang ditayangkan <em>Galileo The Power Of Telescop<\/em> mengisahkan tentang kejadian dan peristiwa yang dialami oleh Galileo dan beberapa tokoh astronomi dunia di masanya dan yang melatarbelakangi penemuan teleskop, sebagai alat bantu pengamatan benda-benda langit di angkasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada yang menarik sebuah alat pengintai (kaca pengamata) pertama dibuat seorang ahli kacamata dari Belanda bernama Hans Lippershey. Dengan keyakinannya bahwa bumi sesungguhnya berputar dari dan mengitari matahari yang bertentangan dengan teori heliocentric di masanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Galileo sendiri mengembangkan alat bantu pengamatan benda di ruang angkasa. Penemuan tersebut membuat Galileo terkenal dengan teleskopnya setelah menulis buku <em>The Starry Messenger<\/em>. Namun diakhir hidupnya Galileo mengalami kisah tragis setelah menulis buku \u201c<em>Dialogue Concerming The Two Chief World Systems<\/em>&#8221; (Dialog tentang dua pemimpin sistem dunia).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun <em>Dinosaurus At Dusk<\/em> mengisahkan tentang sebuah petualangan, perjalanan waktu kembali ke jaman Dinosaurus. Tayangan ini mengajak anda menengok ke belakang untuk mengeksplorasi bumi yang penuh dengan pterosaurus dan leluhur para unggas, yakni dinosaurs berbulu (bersayap).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kisahnya ada dua orang yakni Lucy dan ayahnya yang terbang tinggi melintasi triassic, jurassic dan cretaceous dengan quetzacoatlus, mencoba untuk menghindari hewan-hewan pemangsa sambil membonceng di belakang argentionsaurus mencari tanda-tanda untuk kembali ke lokasi penerbangan asal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih tertarik dengan kisah kedua film 3D tersebut, silahkan berkunjung ke Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang berlokasi di Jalan Diponegoro, di samping Museum Mulawarman. Penayangannya sendiri sudah mulai dibuka untuk umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFilm Dinosaurus dan Galileo didatangkan dari Belanda dengan durasi tayang 30 dan 35 menit dengan lisensi Dinosaurus selama 10 tahun dan Galileo 50 tahun,\u201d kata Sri Wahyuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengunjung bisa mengajak rekan atau keluarga untuk menyaksikan serunya petualangan edukasi tersebut minimal 25 orang penonton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarga tiket masuk masih sama yakni Rp7.500 orang dewasa dan anak-anak Rp5000. Dapat juga disaksikan di luar jam reguler dengan paket ekslusif Rp200.000,\u201d jelas Sri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KONTRIBUSI PAD<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagainana kontribusi kehadiran Planetarium Jagat Raya bagi PAD Kukar? Dalam kurun waktu enam bulan, pengunjungnya mencapai 16.318 orang. Terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang\u00a0 signifikan mengingat pada tahun 2014 dengan jumlah pengunjung mencapai 22 ribu orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeningkatan pengunjung sangat signifikan setiap bulannya, dalam enam bulan atau satu semester saja, jumlah kunjungannya sudah mencapai 16 ribu, ini akan terus bertambah mengingat masih dalam waktu libur sekolah dan libur lebaran,\u201d kata Sri Wahyuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sri-Wahyuni-di-Planetarium.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-10591\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sri-Wahyuni-di-Planetarium.jpg\" alt=\"Sri Wahyuni di Planetarium\" width=\"524\" height=\"349\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring meningkatnya kunjungan ini juga berdampat terhadap peningkatan PAD pada semester pertama mencapai Rp115 Juta, angka ini hampir mendekati PAD pada tahun sebelumnya sebesar Rp160 juta. \u201cPeningkatan ini terlihat sejak adanya film 3D Kaluoka \u2018Hina pada bulan Pebruari 2014,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada libur semester tahun ini yang bertepatan dengan bulan Ramadan, Planetarium Jagad Raya kembali mendatangkan dua film 3D Fulldome tanpa kacamata. Dua film tersebut\u00a0berjudul <em>Galileo The Power of Telescope<\/em> dan <em>Dinosaurs at Dusk<\/em>. Film ini\u00a0sudah\u00a0tayang perdana dan sudah dibuka untuk umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berharap dengan hadirnya kedua film terbaru tersebut nantinya mampu menghipnotis pengunjung ke Planetarium Jagad Raya dan berdampat terhadap peningkatan PAD bagi Kukar,\u201d katanya. [] KBN\/Adv<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Sudah tahu kan Planetarium Jagat Raya di Tenggarong? di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Ya, sebuah wahana pariwisata bernuansa pendidikan astronomi dan teknologi modern lainnya. Kini, di Planetarium Jagat Raya ada koleksi film terbaru loh. Film baru itu adalah Dinosaurs At The Dusk dan Galileo The Power Of Telescope sangat cocok &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10590,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10589\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}