{"id":106002,"date":"2025-06-02T09:07:36","date_gmt":"2025-06-02T01:07:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=106002"},"modified":"2025-06-02T09:07:36","modified_gmt":"2025-06-02T01:07:36","slug":"anggaran-rp9-miliar-disetujui-penulisan-ulang-sejarah-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anggaran-rp9-miliar-disetujui-penulisan-ulang-sejarah-dimulai\/","title":{"rendered":"Anggaran Rp9 Miliar Disetujui, Penulisan Ulang Sejarah Dimulai"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"b00c04c6-fcb8-4f41-8956-2d69c0dc366c\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"204\" data-end=\"514\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk penulisan ulang sejarah Indonesia telah disetujui dan direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepastian tersebut disampaikan Fadli kepada awak media di Jakarta, Minggu (01\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"516\" data-end=\"875\">\u201cSudah ada (anggaran Rp9 miliar) dari APBN. Sudah beres itu, sudah kita sampaikan dari tujuh bulan yang lalu, saat saya ke DPR,\u201d ujar Fadli. Ia menambahkan bahwa proses penulisan ulang sejarah Indonesia sudah dimulai. \u201cSudah ada anggarannya, sudah dimulai. Kalau tidak ada (anggarannya), dari mana (pembahasan penulisan ulang sejarah bisa dilakukan?\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"877\" data-end=\"1114\">Fadli mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan uji publik terhadap hasil penulisan ulang tersebut akan dilakukan pada bulan Juli. \u201cSejauh ini kita targetkan, mungkin di bulan Juli kita akan uji publik. Kira-kira (bulan Juli),\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1116\" data-end=\"1500\">Dalam proses penyusunan buku sejarah yang baru, Kementerian Kebudayaan melibatkan tim berjumlah besar yang terdiri atas 113 penulis, 20 editor jilid, dan tiga editor umum. Fadli menjelaskan bahwa para kontributor berasal dari berbagai latar belakang akademik, termasuk sejarawan, ahli arkeologi, geografi, serta pakar ilmu humaniora dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1502\" data-end=\"1770\">Ia menyatakan bahwa penulisan ulang ini dilakukan dengan pendekatan inklusif dan Indonesia sentris. Narasi sejarah yang disusun mencakup rentang waktu dari sejarah awal kepulauan Indonesia, masa kolonialisme, perjuangan kemerdekaan, masa reformasi, hingga era pemilu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1772\" data-end=\"2053\">Fadli sebelumnya telah menyampaikan bahwa proses pembaruan buku sejarah dimulai pada Januari 2025 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2025. Ia menilai pembaruan ini penting sebagai upaya untuk memperluas pengetahuan generasi muda mengenai sejarah bangsa secara utuh dan berimbang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2055\" data-end=\"2360\">Sementara itu, dalam rapat bersama antara Kementerian Kebudayaan dan Komisi X DPR RI yang digelar pada Senin (26\/05), kedua pihak menyepakati perlunya keterlibatan lebih banyak pemangku kepentingan dalam penyusunan buku sejarah agar dapat mencerminkan keragaman sudut pandang serta memori kolektif bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2362\" data-end=\"2657\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Komisi X DPR RI juga mengusulkan agar Kementerian Kebudayaan meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait proses penulisan ulang buku sejarah Indonesia. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah munculnya persepsi bahwa penyusunan sejarah hanya berpijak pada tafsir tunggal dari pemerintah. []\n<p data-start=\"2362\" data-end=\"2657\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Redaksi11<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<div class=\"pointer-events-none h-px w-px\" style=\"text-align: justify;\" aria-hidden=\"true\" data-edge=\"true\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk penulisan ulang sejarah Indonesia telah disetujui dan direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepastian tersebut disampaikan Fadli kepada awak media di Jakarta, Minggu (01\/06\/2025). \u201cSudah ada (anggaran Rp9 miliar) dari APBN. Sudah beres itu, sudah kita sampaikan dari tujuh bulan yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":106003,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[9668,7392],"class_list":["post-106002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-fadli-zon","tag-sejarah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106004,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106002\/revisions\/106004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}