{"id":106687,"date":"2025-06-04T17:46:06","date_gmt":"2025-06-04T09:46:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=106687"},"modified":"2025-06-30T11:05:28","modified_gmt":"2025-06-30T03:05:28","slug":"dprd-samarinda-sinergi-total-kunci-normalisasi-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-sinergi-total-kunci-normalisasi-sungai\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda: Sinergi Total Kunci Normalisasi Sungai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA &#8211;<\/strong> Upaya normalisasi Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam kembali menjadi sorotan Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Komisi ini mendesak adanya sinergi penuh dari berbagai pihak terkait, sekaligus mempersiapkan regulasi baru untuk mencegah pembangunan di atas sempadan sungai. (5\/6\/26).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi 3 DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya normalisasi Sungai Karang Mumus. &#8220;Normalisasi Sungai Karang Mumus sangat penting karena sungai ini membelah kota dan merupakan anak dari Sungai Mahakam,&#8221; ujar Deni Hakim Anwar saat diwawancarai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinergi dan Prioritas dalam Penanganan Banjir<br \/>\nDPRD mendukung penuh normalisasi Sungai Mahakam, namun juga ingin melihat langkah yang lebih konkret dan terpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mendukung penuh upaya normalisasi Sungai Mahakam, tetapi kami juga ingin melihat langkah konkret dan komprehensif yang jelas mengenai skala prioritas penanganan banjir,&#8221; kata Deni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mempertanyakan apakah fokus utama akan ada pada normalisasi Sungai Karang Mumus, yang saat ini juga sedang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Menurut Deni, kunci utama penanganan banjir adalah sinergi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penting sekali adanya sinergi dari semua pihak: BWS, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota harus bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh dan terintegrasi dalam penanganan banjir ini,&#8221; tegasnya. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada kesan kerja sendiri-sendiri; harus ada satu komando yang jelas dan integrasi dengan semua OPD terkait. &#8220;Tujuannya bukan hanya penanganan, tetapi juga pencegahan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deni Hakim Anwar juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan Analisis Risiko Bencana (ARB) dan Kajian Risiko Bencana (KRB) dalam setiap pembangunan. &#8220;Misalnya, kami ingin memastikan bahwa pembangunan di daerah-daerah yang memiliki risiko bencana tinggi, berdasarkan ARB dan KRB, tidak diizinkan,&#8221; paparnya. Ia menekankan bahwa semua pembangunan di Samarinda harus berdasarkan data tersebut agar tidak ada lagi pembangunan sembarangan yang mengabaikan potensi bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. &#8220;Ini menjadi krusial karena kami melihat kejadian longsor belakangan ini, di luar banjir, telah memakan korban jiwa,&#8221; ungkap Deni, menyesalkan bahwa insiden semacam ini seharusnya tidak terjadi jika kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai daerah risiko bencana tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengatasi masalah ini, Komisi 3 DPRD Samarinda akan mengambil langkah konkret. &#8220;Oleh karena itu, kami di Komisi 3 akan menginisiasi peraturan daerah (Perda), khususnya melalui Panitia Khusus 3, yang berkaitan dengan bangunan di atas sempadan sungai,&#8221; jelas Deni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perda ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aliran sungai tanpa terhalang bangunan. &#8220;Kami ingin menekankan bahwa sungai harus mengalir lancar tanpa terhalang oleh bangunan di atasnya. Perda ini akan menjadi salah satu dukungan utama dalam upaya penanganan banjir di Kota Samarinda,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inisiatif DPRD ini diharapkan dapat menjadi pendorong terwujudnya penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan di Samarinda, sekaligus meminimalkan risiko bencana di masa depan. []\n<p>Penulis : Rifky Irlika Akbar | Penyunting : Rara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Upaya normalisasi Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam kembali menjadi sorotan Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Komisi ini mendesak adanya sinergi penuh dari berbagai pihak terkait, sekaligus mempersiapkan regulasi baru untuk mencegah pembangunan di atas sempadan sungai. (5\/6\/26). Ketua Komisi 3 DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya normalisasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":106709,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6585,26],"tags":[8575],"class_list":["post-106687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-dprd-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106687"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106897,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106687\/revisions\/106897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}