{"id":107324,"date":"2025-06-05T15:26:45","date_gmt":"2025-06-05T07:26:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=107324"},"modified":"2025-06-05T15:26:45","modified_gmt":"2025-06-05T07:26:45","slug":"pasar-tamrin-bontang-rawan-pencurian-pedagang-harap-pengawasan-lebih-ketat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasar-tamrin-bontang-rawan-pencurian-pedagang-harap-pengawasan-lebih-ketat\/","title":{"rendered":"Pasar Tamrin Bontang Rawan Pencurian, Pedagang Harap Pengawasan Lebih Ketat"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-68\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"cae2b347-1483-49e7-bd08-cf92dde10147\" data-message-model-slug=\"gpt-4-1-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"339\"><strong>BONTANG &#8211;<\/strong> Sejumlah pedagang ikan di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang menyampaikan keluhan terkait maraknya pencurian ikan yang terjadi di pasar tersebut. Keluhan itu disampaikan salah satu pedagang, Sam, saat bertemu langsung dengan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (4\/6\/2025) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"341\" data-end=\"742\">Sam mengungkapkan bahwa dirinya pernah kehilangan satu dus ikan seberat sekitar 35 kilogram dalam satu malam. Meskipun pasar sudah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV), pencurian masih tetap berlangsung. \u201cSudah sering kita kehilangan ikan. Saya sebulan lalu hilang ikan satu dus, isinya sekitar 35 kilogram. Biar sudah dilaporkan ke UPT pasar, tapi tetap saja kejadian lagi,\u201d ujar Sam kepada Neni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"744\" data-end=\"1096\">Menurut Sam, sistem keamanan di pasar masih sangat lemah dan tidak efektif. Ia berharap pengawasan dan penjagaan di pasar dapat ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan pengawasan melalui CCTV. \u201cBiar ada CCTV, ikan tetap hilang. Harusnya dijaga lebih ketat. Ada yang kontrol di atas, ada yang jaga di bawah, jangan cuma keliling sebentar saja,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1098\" data-end=\"1415\">Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berjanji akan menindaklanjuti laporan itu dengan memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tamrin agar memperketat sistem penjagaan pasar. \u201cSudah ada CCTV, kan? Nanti saya minta diperketat ya penjagaannya. Ini tidak boleh terulang lagi,\u201d kata Neni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1417\" data-end=\"1883\">Sementara itu, Kepala Subbagian UPT Pasar Tamrin, M Kamil, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 12 petugas keamanan yang bekerja dalam tiga shift pengamanan pasar. Ia mengakui bahwa beberapa kasus pencurian memang pernah terjadi dan pelakunya diduga tidak hanya dari luar, tetapi juga sesama pedagang maupun anak buah pedagang sendiri. \u201cBiasanya sesama pedagang yang ambil. Tapi setiap kejadian yang kami temukan, langsung kami laporkan ke pihak berwajib,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1885\" data-end=\"2318\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Sidak pasar yang dilakukan Wali Kota Bontang tersebut juga bertujuan untuk memantau stabilitas harga bahan pangan menjelang Idul Adha. Namun, di sela kunjungannya, Neni menerima keluhan pedagang soal keamanan pasar yang memerlukan perhatian serius. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera memperbaiki sistem pengamanan agar kasus pencurian tidak terus berulang dan memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli di Pasar Tamrin. []\n<p data-start=\"1885\" data-end=\"2318\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Redaksi11<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Sejumlah pedagang ikan di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang menyampaikan keluhan terkait maraknya pencurian ikan yang terjadi di pasar tersebut. Keluhan itu disampaikan salah satu pedagang, Sam, saat bertemu langsung dengan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (4\/6\/2025) pagi. Sam mengungkapkan bahwa dirinya pernah kehilangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":107327,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[1743],"class_list":["post-107324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bontang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107324"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":107328,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107324\/revisions\/107328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}