{"id":108318,"date":"2025-06-09T10:45:30","date_gmt":"2025-06-09T02:45:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=108318"},"modified":"2025-06-09T10:45:30","modified_gmt":"2025-06-09T02:45:30","slug":"ketiadaan-listrik-hambat-usaha-warga-transmigrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ketiadaan-listrik-hambat-usaha-warga-transmigrasi\/","title":{"rendered":"Ketiadaan Listrik Hambat Usaha Warga Transmigrasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"314\" data-end=\"659\"><strong data-start=\"314\" data-end=\"326\">BULUNGAN<\/strong> \u2013 Harapan besar disampaikan oleh warga transmigrasi di wilayah Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Minimnya infrastruktur seperti jembatan dan jaringan listrik telah lama menjadi tantangan utama yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di satuan permukiman (SP) wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"661\" data-end=\"903\">Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Krismanto, seorang warga SP 6 B yang berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Ia telah menetap cukup lama di kawasan transmigrasi dan menyampaikan kebutuhan mendesak akan pembangunan jembatan penghubung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"905\" data-end=\"1087\">\u201cHarapan kami di SP 6 B ini kepada Pemda Bulungan karena di sini masih kekurangan, terutama fasilitas seperti jembatan dan listrik,\u201d ujarnya kepada <em data-start=\"1053\" data-end=\"1069\">benuanta.co.id<\/em>, Ahad (8\/6\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1089\" data-end=\"1262\">Menurut Krismanto, keberadaan jembatan sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya petani yang ingin membawa hasil panen ke pasar atau wilayah lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1264\" data-end=\"1385\">\u201cKenapa harus ada jembatan? Supaya bisa untuk permudah kami warga mobilisasi ke tempat lain seperti ke SP 6 A,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1387\" data-end=\"1553\">Ia menambahkan, jika akses jembatan dapat dibangun, hal itu tak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat transmigrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1555\" data-end=\"1747\">\u201cKalau betul bisa ada jembatan, tentu kami akan senang jika ada bantuan jembatan karena bisa mempermudah transportasi masuk ke sini. Juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1749\" data-end=\"2008\">Sementara itu, permasalahan lain juga diungkapkan Nadia, warga transmigran asal Jawa Tengah yang tinggal di SP lain di kawasan yang sama. Hingga saat ini, wilayahnya masih belum memiliki akses listrik, kendati telah cukup lama ikut dalam program transmigrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2010\" data-end=\"2106\">\u201cIya, di sini belum ada listrik. Kalau ada, kan jadi enak. Bisa bangun usaha,\u201d tuturnya singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2108\" data-end=\"2382\">Ketiadaan fasilitas dasar seperti listrik dan jembatan menandakan perlunya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program transmigrasi, bukan hanya dari sisi pemukiman, tetapi juga pengembangan infrastruktur yang mendukung kehidupan masyarakat. []\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Harapan besar disampaikan oleh warga transmigrasi di wilayah Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Minimnya infrastruktur seperti jembatan dan jaringan listrik telah lama menjadi tantangan utama yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di satuan permukiman (SP) wilayah tersebut. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Krismanto, seorang warga SP 6 B &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":108320,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[2580],"class_list":["post-108318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-kabupaten-bulungan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":108322,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108318\/revisions\/108322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}