{"id":108482,"date":"2025-06-09T16:34:59","date_gmt":"2025-06-09T08:34:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=108482"},"modified":"2025-06-09T16:36:36","modified_gmt":"2025-06-09T08:36:36","slug":"dprd-soroti-peran-daerah-dalam-majukan-pendidikan-berau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-soroti-peran-daerah-dalam-majukan-pendidikan-berau\/","title":{"rendered":"DPRD Soroti Peran Daerah dalam Majukan Pendidikan Berau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"340\" data-end=\"694\"><strong>BERAU<\/strong> \u2013 Pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Berau membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mengungkapkan bahwa peran daerah sangat krusial dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, terutama melalui peningkatan kesejahteraan guru dan pembangunan infrastruktur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"696\" data-end=\"952\">Abdul Waris menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sistem atau kurikulum nasional semata. Ada dua aspek penting yang menjadi tanggung jawab langsung pemerintah daerah, yaitu kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan yang memadai. \u201cJadi kuncinya ada tiga, infrastruktur, guru, dan sistemnya. Kalau sistemnya ini kan, contohnya sistem belajar mengajar, kurikulum itu diurus pusat. Sedangkan yang diurus daerah ini ada dua, kesejahteraan guru dan infrastruktur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1194\" data-end=\"1441\">Ia menekankan bahwa perhatian terhadap guru tidak boleh sebatas pada pemberian insentif atau fasilitas fisik semata. Kesejahteraan yang dimaksud mencakup kenyamanan psikologis dan ekonomi yang memungkinkan guru menjalankan tugasnya secara optimal. \u201cKesejahteraan guru ini bagaimana dia nyaman mengajar, ke sekolah tidak lagi memikirkan ekonominya, pokoknya sejahtera lah,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1579\" data-end=\"1837\">Dalam konteks ini, Abdul Waris berharap agar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Berau dapat memainkan peran lebih aktif dalam mengadvokasi kepentingan para pendidik. PGRI diharapkan menjadi jembatan antara aspirasi guru dan kebijakan pemerintah daerah. \u201cKita berharap lewat PGRI nanti dapat semakin ditingkatkan, karena tidak ada pendidikan yang sukses tanpa kesejahteraan guru,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1978\" data-end=\"2170\">Selain itu, ia menyampaikan harapan besar kepada Ketua PGRI Berau yang baru dilantik agar mampu membawa angin segar dalam pengelolaan organisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. \u201cKepala Dinas Pendidikan juga kebetulan saat ini merangkap sebagai Ketua PGRI Berau, sehingga kita harapkan komunikasi dapat lebih mudah,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2324\" data-end=\"2612\">Dukungan kebijakan yang selaras antara legislatif, eksekutif, dan organisasi profesi guru menjadi harapan ke depan untuk memperkuat sistem pendidikan di Berau. Dengan kesejahteraan guru yang semakin baik, cita-cita mewujudkan generasi unggul di Bumi Batiwakkal bukanlah hal yang mustahil. []\n<p data-start=\"2324\" data-end=\"2612\">Tusiman<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Berau membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mengungkapkan bahwa peran daerah sangat krusial dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, terutama melalui peningkatan kesejahteraan guru dan pembangunan infrastruktur. Abdul Waris menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sistem &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":108483,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-108482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108482"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":108488,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108482\/revisions\/108488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}