{"id":109056,"date":"2025-06-11T18:06:29","date_gmt":"2025-06-11T10:06:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=109056"},"modified":"2025-07-02T12:08:20","modified_gmt":"2025-07-02T04:08:20","slug":"kaltim-dorong-guru-kuasai-teknologi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kaltim-dorong-guru-kuasai-teknologi-digital\/","title":{"rendered":"Kaltim Dorong Guru Kuasai Teknologi Digital"},"content":{"rendered":"\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"401\" data-end=\"717\"><strong data-start=\"401\" data-end=\"414\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Plt Kepala Disdikbud) Provinsi Kaltim, Armin, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi era digital saat ini.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"719\" data-end=\"1172\">\u201cPeningkatan kapasitas untuk para guru dalam pemanfaatan teknologi digital ini sangat penting, karena saat ini dituntut kemampuan dari para guru untuk dapat menguasai teknologi digital ini secara cepat dan tepat,\u201d ujar Armin saat memberikan sambutan dalam Workshop Pendidikan bertajuk <em data-start=\"1004\" data-end=\"1070\">\u201cPeningkatan Kapasitas Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Digital\u201d<\/em>, yang diselenggarakan di Ballroom Harris Hotel, Jalan Untung Suropati, Samarinda, Selasa (10\/06\/2025). Menurut Armin, teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk sektor pendidikan. Oleh sebab itu, guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah, dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1439\" data-end=\"1727\">Ia menambahkan bahwa sebenarnya metode pembelajaran berbasis digital saat ini justru lebih mudah dan memiliki jangkauan literasi yang lebih luas. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak didik justru lebih akrab dan unggul dalam penggunaan teknologi dibandingkan para guru. \u201cOleh karena itu bagi para guru dibutuhkan kemampuan bagi peningkatan kompetensi, sehingga para guru dapat lebih terampil dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga bisa memberikan materi pembelajaran melalui teknologi ini,\u201d tambahnya.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1970\" data-end=\"2267\">Armin juga berharap adanya percepatan dalam peningkatan pemahaman guru terhadap penggunaan teknologi. Ia menilai bahwa saat ini proses penyampaian materi pelajaran hingga pemberian tugas kepada siswa sudah dapat dilakukan melalui perangkat digital, sehingga guru wajib menguasainya secara optimal. \u201cKarena itu kami, Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, menyambut baik atas kegiatan workshop ini, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar kepada anak-anak murid kita sekalian di sekolah,\u201d tuturnya.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2539\" data-end=\"2835\">Workshop tersebut turut dihadiri Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi digital. Ia menyatakan bahwa peralihan ke metode pembelajaran berbasis digital bukanlah hal yang mudah, tetapi merupakan keniscayaan. \u201cDalam kesempatan ini saya ingin berkontribusi sedikit, mengapa hal peningkatan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi digital ini menjadi penting bagi kita, karena memang di 2036 itu kita sudah menegaskan kita harus keluar dari middle income rate (negara berpendapatan menengah),\u201d ujar politisi Partai Golkar tersebut.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3162\" data-end=\"3448\">Hetifah menjelaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Ia menyoroti kondisi saat ini, di mana rata-rata lama sekolah di Indonesia masih berada pada angka 8,9 tahun. Padahal seharusnya minimal 12 tahun agar mencakup hingga jenjang SMA. \u201cKarena itu, dalam rangka melaksanakan program prioritas Presiden RI, untuk penguatan pendidikan, sains teknologi dan digitalisasi ini bisa betul-betul kita wujudkan, harus ada kerja keras, baik dari pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupaten\/kota,\u201d ucapnya.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3713\" data-end=\"4032\">Lebih lanjut, Hetifah menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian Badan Pusat Statistik (BPS), digitalisasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara tingkat digitalisasi dan peningkatan kualitas pendidikan.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4034\" data-end=\"4163\">\u201cJadi, berdasarkan penelitian ini menunjukan bahwa ada asosiasi positif digitalisasi dengan kualitas pendidikan,\u201d ungkap Hetifah. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan pendidikan, diharapkan penguasaan teknologi digital oleh guru dapat memperkuat mutu pembelajaran dan meningkatkan daya saing generasi muda di masa depan. []\r\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4034\" data-end=\"4163\">Penulis: Himawan Yokominarno | Penyunting: Rasidah S.M | ADV Diskominfo Kaltim<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Plt Kepala Disdikbud) Provinsi Kaltim, Armin, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi era digital saat ini. \u201cPeningkatan kapasitas untuk para guru dalam pemanfaatan teknologi digital ini sangat penting, karena saat ini dituntut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":109070,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6873],"tags":[9484],"class_list":["post-109056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dinas-komunikasi-dan-informatika-kaltim","tag-diskominfo-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109056"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117737,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109056\/revisions\/117737"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}