{"id":109084,"date":"2025-06-11T08:59:51","date_gmt":"2025-06-11T00:59:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=109084"},"modified":"2025-06-11T08:59:51","modified_gmt":"2025-06-11T00:59:51","slug":"manado-belajar-tata-kelola-prokopim-ke-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/manado-belajar-tata-kelola-prokopim-ke-pontianak\/","title":{"rendered":"Manado Belajar Tata Kelola Prokopim ke Pontianak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"256\" data-end=\"556\"><strong data-start=\"256\" data-end=\"269\">PONTIANAK<\/strong> \u2013 Kota Pontianak kembali menjadi destinasi studi tiru bagi pemerintah daerah lain. Kali ini, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Manado menjadikan Pontianak sebagai tempat belajar dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi dan pelayanan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"558\" data-end=\"894\">Kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (10\/06\/2025) itu dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Manado, Glad Taliawo. Ia mengungkapkan bahwa Pontianak dipilih bukan hanya karena letaknya yang unik di garis khatulistiwa, tetapi juga karena dinilai berhasil dalam pengelolaan Prokopim yang efisien dan representatif. \u201cPontianak memiliki keunikan tersendiri, dan kami ingin melihat serta mempelajari bagaimana prosedur tata kelola yang dijalankan di Bagian Prokopim Kota Pontianak,\u201d kata Glad usai diterima oleh Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1136\" data-end=\"1426\">Rombongan dari Manado tak hanya berdiskusi soal manajemen kelembagaan, tetapi juga menyempatkan diri mengamati kehidupan kota, termasuk tata ruang dan atmosfer sosial. Mereka mengunjungi kawasan waterfront serta sejumlah warung kopi yang menurut mereka menjadi bagian dari daya tarik lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1428\" data-end=\"1692\">\u201cKami baru mencoba beberapa kuliner umum, tapi dari pengamatan saya, Pontianak ini juga bisa disebut sebagai kota kuliner. Banyak pilihan menarik yang perlu waktu lebih untuk dinikmati,\u201d ungkap Glad, seraya menyebut potensi wisata kuliner di kota ini sangat besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1694\" data-end=\"1891\">Ia juga menyoroti aspek kebersihan dan keteraturan tata ruang kota. \u201cPontianak ini kota yang bersih dan penataannya bagus. Meski tidak banyak gedung tinggi, tetapi terasa indah dipandang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1893\" data-end=\"2186\">Sementara itu, Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Pontianak, Zulkarnain, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, studi tiru seperti ini bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan bentuk kolaborasi nyata antarpemerintah daerah yang saling menguatkan dalam peningkatan kualitas layanan. \u201cKami sangat mengapresiasi kunjungan rekan-rekan dari Prokopim Kota Manado. Ini adalah bentuk nyata semangat kolaborasi dan saling belajar antar daerah,\u201d ucap Zulkarnain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2360\" data-end=\"2715\">Ia menambahkan, pertemuan tersebut menjadi ajang tukar ide dan praktik terbaik, mulai dari strategi komunikasi pimpinan hingga tata kelola anggaran yang efektif. \u201cSetiap daerah punya karakteristik dan tantangan masing-masing. Dengan saling berbagi, kita bisa mendapatkan sudut pandang baru dan solusi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya,\u201d tambahnya. [] Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Kota Pontianak kembali menjadi destinasi studi tiru bagi pemerintah daerah lain. Kali ini, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Manado menjadikan Pontianak sebagai tempat belajar dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi dan pelayanan publik. Kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (10\/06\/2025) itu dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Prokopim Setda Kota &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":109086,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[329],"class_list":["post-109084","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109084","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109084"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109084\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":109092,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109084\/revisions\/109092"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109084"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109084"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109084"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}