{"id":109619,"date":"2025-06-12T11:54:23","date_gmt":"2025-06-12T03:54:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=109619"},"modified":"2025-06-12T11:54:23","modified_gmt":"2025-06-12T03:54:23","slug":"pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/","title":{"rendered":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"369\"><strong>ROMA &#8211;<\/strong> Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"371\" data-end=\"614\">FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di lautan kini telah mengalami penangkapan berlebihan atau <em data-start=\"480\" data-end=\"493\">overfishing<\/em>. Angka tersebut diperoleh dari data tangkapan terbaru yang dikumpulkan menggunakan metodologi penilaian yang diperbarui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"616\" data-end=\"936\">\u201cProporsi stok ikan yang ditangkap secara berlebihan terus meningkat pada tingkat sekitar 1 persen per tahun akhir-akhir ini, yang merupakan masalah yang signifikan,\u201d kata penulis laporan tersebut. \u201cHal ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk memperkuat manajemen yang efektif di semua sektor perikanan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"938\" data-end=\"1242\">Dalam dokumen setebal 500 halaman itu, FAO menggarisbawahi bahwa aktivitas manusia di laut tidak lagi berkelanjutan dan memberi dampak serius terhadap populasi spesies laut, termasuk hiu dan pari. Penangkapan ikan yang tidak terkendali dinilai bisa merusak keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1244\" data-end=\"1581\">Selain mengancam kelangsungan spesies laut, situasi ini juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut untuk makan dan mencari nafkah. FAO menyebutkan bahwa sekitar 600 juta orang di dunia menggantungkan penghidupannya pada sektor perikanan dan akuakultur, berdasarkan laporan yang dirilis pada 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1583\" data-end=\"1903\">Meski demikian, masih ada harapan. Sistem pengelolaan perikanan yang lebih baik serta peningkatan akurasi data penangkapan ikan telah membantu mengurangi tekanan terhadap stok ikan di sejumlah wilayah. Namun, FAO menekankan bahwa pembiayaan tetap menjadi faktor penting untuk mengisi kembali populasi ikan secara global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1905\" data-end=\"2252\">Sayangnya, tujuan ke-14 dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB, yang menekankan pada pelestarian serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, justru termasuk salah satu target yang paling sedikit didanai. Padahal, menurut target tersebut, praktik penangkapan ikan berlebihan seharusnya sudah dihentikan sejak lima tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2254\" data-end=\"2460\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">FAO memperingatkan bahwa apabila pola penangkapan saat ini terus berlanjut tanpa pembenahan yang konkret, maka konsekuensi ekologis dan sosial yang ditimbulkan akan semakin parah dan sulit untuk dipulihkan. []\n<p data-start=\"2254\" data-end=\"2460\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ROMA &#8211; Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":109622,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[9832],"class_list":["post-109619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-ikan"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"M. Reza Danuarta\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-12T03:54:23+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-12T03:54:23+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#blogposting\",\"name\":\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo\",\"headline\":\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/fao-overfishing-ancam-sepertiga-stok-ikan-global-foto-6849913d00807-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1709,\"caption\":\"Fishermen unload fish at Kasimedu fishing harbour in Chennai on June 23, 2024, after they returned with their catch at the end of a 61-day fishing ban along India's eastern coast imposed to protect fish stocks during their breeding season. (Photo by R. Satish BABU \\\/ AFP)\"},\"datePublished\":\"2025-06-12T11:54:23+08:00\",\"dateModified\":\"2025-06-12T11:54:23+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Headlines, Internasional, Ikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/headlines\\\/#listItem\",\"name\":\"Headlines\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/headlines\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Headlines\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/headlines\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#listItem\",\"name\":\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/headlines\\\/#listItem\",\"name\":\"Headlines\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/\",\"name\":\"M. Reza Danuarta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"M. Reza Danuarta\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/\",\"name\":\"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo\",\"description\":\"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\\\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/fao-overfishing-ancam-sepertiga-stok-ikan-global-foto-6849913d00807-scaled.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#mainImage\",\"width\":2560,\"height\":1709,\"caption\":\"Fishermen unload fish at Kasimedu fishing harbour in Chennai on June 23, 2024, after they returned with their catch at the end of a 61-day fishing ban along India's eastern coast imposed to protect fish stocks during their breeding season. (Photo by R. Satish BABU \\\/ AFP)\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-06-12T11:54:23+08:00\",\"dateModified\":\"2025-06-12T11:54:23+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo","description":"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#blogposting","name":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo","headline":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/fao-overfishing-ancam-sepertiga-stok-ikan-global-foto-6849913d00807-scaled.jpg","width":2560,"height":1709,"caption":"Fishermen unload fish at Kasimedu fishing harbour in Chennai on June 23, 2024, after they returned with their catch at the end of a 61-day fishing ban along India's eastern coast imposed to protect fish stocks during their breeding season. (Photo by R. Satish BABU \/ AFP)"},"datePublished":"2025-06-12T11:54:23+08:00","dateModified":"2025-06-12T11:54:23+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#webpage"},"articleSection":"Headlines, Internasional, Ikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/#listItem","name":"Headlines"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/#listItem","position":2,"name":"Headlines","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#listItem","name":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#listItem","position":3,"name":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/#listItem","name":"Headlines"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/","name":"M. Reza Danuarta","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"M. Reza Danuarta"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/","name":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo","description":"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/fao-overfishing-ancam-sepertiga-stok-ikan-global-foto-6849913d00807-scaled.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#mainImage","width":2560,"height":1709,"caption":"Fishermen unload fish at Kasimedu fishing harbour in Chennai on June 23, 2024, after they returned with their catch at the end of a 61-day fishing ban along India's eastern coast imposed to protect fish stocks during their breeding season. (Photo by R. Satish BABU \/ AFP)"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/#mainImage"},"datePublished":"2025-06-12T11:54:23+08:00","dateModified":"2025-06-12T11:54:23+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo","og:description":"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-06-12T03:54:23+00:00","article:modified_time":"2025-06-12T03:54:23+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan - Berita Borneo","twitter:description":"ROMA - Kondisi stok ikan dunia terus memburuk dengan laju yang mengkhawatirkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat lebih dari sepertiga stok ikan global mengalami tekanan yang melampaui batas keberlanjutan. Laporan ini disampaikan dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Nice, Prancis, Rabu (11\/6). FAO menyebut bahwa sebanyak 35,5 persen stok ikan di","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"109619","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"Ikan","score":74,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"high","score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-06-12 03:54:29","updated":"2025-06-12 03:54:34","focus_keyword":"Ikan","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/\" title=\"Headlines\">Headlines<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Headlines","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/headlines\/"},{"label":"PBB Ingatkan Krisis Ikan Global Akibat Penangkapan Berlebihan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pbb-ingatkan-krisis-ikan-global-akibat-penangkapan-berlebihan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":109624,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109619\/revisions\/109624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}